Sempat Lumpuh karena Banjir, Layanan Cuci Darah RSUD Langsa Kini Kembali Normal
Direktur RSUD Langsa Donny Mulizar menyatakan langkah tersebut diambil untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan
Tayang:
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Muhammad Zulfikar
dok Tribun Jogja
ILUSTRASI CUCI DARAH - Layanan hemodialisis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, Aceh kembali beroperasi normal setelah sempat terhenti akibat banjir yang melanda Kota Langsa dan sekitarnya pada akhir November 2025.
Pola layanan kesehatan yang ditangani masih didominasi penyakit kronis.
RSUD Langsa juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan penyakit.
Ke depan, RSUD Langsa berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah untuk perbaikan sarana dan prasarana serta penguatan sumber daya manusia.
Sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat kembali berjalan optimal dan berkelanjutan pascabanjir.
Banjir besar di Aceh akhir November–Desember 2025 melumpuhkan layanan kesehatan.
Puluhan puskesmas dan rumah sakit rusak atau terendam, sehingga akses medis ribuan warga terganggu.
Dampak Banjir terhadap Layanan Kesehatan
- 41 puskesmas rusak di Aceh Timur: Banjir parah menghancurkan fasilitas, membuat layanan esensial sulit diberikan.
- 13 rumah sakit dan 122 puskesmas terdampak di Aceh: Sebagian besar tidak bisa beroperasi maksimal karena terendam.
- Total 31 rumah sakit dan 156 puskesmas di Sumatera: Termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
- Pelayanan kesehatan di daerah terisolasi: Dinas Kesehatan Aceh mengirim Emergency Medical Team (EMT) untuk menjangkau wilayah yang terputus.
Berita Populer
Berita Terkini
Baca tanpa iklan