Super Flu Superclade K Terdeteksi di Indonesia, Apakah Berpotensi jadi Pandemi?
Kasus influenza A HN32 superclade K atau super flu telah terdeteksi di Indonesia, apakah bisa menjadi pandemi?
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Wahyu Aji
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) maka di Amerika Serikat ada sekitar 3.100 orang meninggal akibat influenza pada musim flu kali ini.
Dalam satu minggu kematian pada anak meningkat menjadi 5, dari 3 kematian seminggu sebelumnya.
Data Amerika Serikat menunjukkan sebagian besar penyebab flu adalah virus H3N2, dan tentu bukan tidak mmungkin yang sub clade K.
Masyarakat diimbau jika mengalami gejala seperti flu maka baik untuk jaga kondisi.
Pakailah masker supaya tidak menulari orang lain, bila perlu istirahat.
Segera konsultasi ke petugas kesehatan bila sakit memberat.
Sebaran di 8 Provinsi
Virus super flu ini sudah tersebar di 8 provinsi.
Kemenkes mencatat, kasus subclade K mulai terdeteksi pada Agustus 2025.
Kasus paling awal ada di Jawa Tengah.
Ada total 62 kasus subclade K di Indonesia yang terdeteksi mulai Agustus - Desember 2025.
Berikut sebaran subclade K di Indonesia:
- Jawa Timur 23 kasus
- Kalimantan Selatan 18 kasus
- Jawa Barat 10 kasus
- Sumatera Selatan 5 kasus
- Sumatera Utara 3 kasus
- Jawa Tengah 1 kasus
- D.I.Yogyakarta 1 kasus
- Sulawesi Utara 1 kasus
Mayoritas kasus dialami oleh perempuan atau 64,5 persen atau 40 kasus.
Kasus super flu ini banyak dialami kelompok usia 1-10 tahun (35,5 persen), 21 - 30 tahun (21,0 persen), 11 - 20 tahun (19,4 persen), diatas 60 tahun (8,1 persen).
Baca juga: Apa Itu Super Flu Subclade K? Awal Terdeteksi di Jawa Tengah, Kenali Gejala dan Cara Pencegahan
Kemenkes menyebut, situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.
Baca tanpa iklan