Super Flu Superclade K Terdeteksi di Indonesia, Apakah Berpotensi jadi Pandemi?
Kasus influenza A HN32 superclade K atau super flu telah terdeteksi di Indonesia, apakah bisa menjadi pandemi?
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Kasus influenza A HN32 superclade K atau super flu telah terdeteksi di Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) melaporkan, hingga Desember 2025 tercatat 62 kasus yang tersebar di 8 provinsi.
Kondisi ini menimbulkan kewaspadaan dan sekaligus pertanyaan apakah bisa menjadi pandemi?
Pakar kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama memaparkan, merujuk pada perkembangan sekarang maka super flu ini "hanya" akan mengakibatkan gelombang penyakit flu.
"Gelombangnya penyakit flunya lebih hebat dari tahun-tahun yang lalu, jadi tidak atau belum 1mengarah ke pandemi," kata dia di Jakarta, Kamis (1/1/2026).
Menurut dia, terjadinya pandemi atau tidak akan tergantung dari tiga faktor.
Pertama apakah akan ada mutasi-mutasi yang lebih signifikan yang membuat H3N2 benar-benar baru seperti H1N1 pandemi 2009.
kedua apakah penularan dan keparahannya akan meningkat dengan tajam.
Serta ketiga apakah penularan antar negara akan terjadi secara luas.
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) ini menerangkan, super flu merupakan penyakit flu akibat virus influenza A H3N2 sub clade K, yang sudah ada sejak beberapa waktu yang lalu di Jepang, Kanada, Amerika Malaysia, Thailand.
Jika ditelusur lebih jauh lagi, pernah ada peningkatan kasus flu dunia yang cukup besar di tahun 1968 yang juga akibat virus influenza A H3N2, walaupun waktu itu belum yang sub clade K.
Virus H3N2 sub clade K yang disebut Super Flu sekarang ini disebut sudah mengalami 7 kali mutasi.
WHO sejak November 2025 sudah menyatakan, virus ini sudah menyebar dengan cepat dan mendominasi pada beberapa negara.
Per 30 Desember 2025, di Amerika Serikat menunjukkan influenza ada dalam kategori tinggi atau sangat tinggi di 32 negara bagian negara itu.
Angka perawatan pasien influenza di rumah sakit di Amerika Serikat juga meningkat menjadi 19,053 dari 9.944 di minggu sebelumnya.
Baca tanpa iklan