Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Super Flu Vs Flu Biasa, Apa Bedanya? Ini Penjelasan Epidemiolog soal Gejala dan Risiko

Istilah super flu belakangan semakin sering terdengar di tengah masyarakat.  Apa bedanya dengan flu biasa?

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Istilah super flu belakangan ramai.
  • Apakah kondisi ini berbeda dengan flu biasa?
  • Super flu sejatinya bukanlah penyakit baru maupun istilah medis resmi. 

 

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Istilah super flu belakangan semakin sering terdengar di tengah masyarakat. 

Banyak yang bertanya-tanya, apakah kondisi ini berbeda dengan flu biasa yang selama ini dikenal sebagai penyakit ringan dan musiman.

Baca juga: Warga Jakarta yang Liburan ke Luar Negeri Diminta Waspada Super Flu H3N2

Dokter sekaligus Epidemiolog Dicky Budiman menjelaskan bahwa super flu sejatinya bukanlah penyakit baru maupun istilah medis resmi. 

Rekomendasi Untuk Anda

Penyebutan tersebut muncul karena fenomena peningkatan kasus influenza yang terjadi secara tidak biasa.

“Jadi super flu sekali lagi ini adalah pemberian nama yang disematkan oleh media dan masyarakat ya sebagai masyarakat. Ini bukan nama ilmiah, bukan juga nama yang diberikan oleh organisasi atau institusi ilmiah,” jelas Dicky pada program Tribunnews On Focus di kanal YouTube Tribunnews, Selasa (6/12/2025). 

Flu Tetap Influenza, yang Berbeda adalah Polanya

Secara medis, super flu tetap termasuk penyakit influenza

Influenza sendiri merupakan infeksi saluran pernapasan yang sudah lama bersifat endemik dan terus beredar dari tahun ke tahun. 

Baca juga: Dokter Paru: H3N2 Subclade K Termasuk Flu Musiman, Bukan Virus Baru

Biasanya, peningkatan kasus terjadi secara musiman.

Namun, yang membedakan super flu dengan flu biasa adalah waktu dan skala lonjakan kasusnya. 

Saat ini, peningkatan infeksi terjadi lebih awal dari pola yang biasa terjadi, bahkan sebelum puncak musim dingin di negara empat musim.

Fenomena serupa juga terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia. Meski tidak memiliki musim dingin, kondisi musim hujan ikut memicu peningkatan kasus influenza.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas