Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Menkes soal Super Flu: Hati-hati tapi Jangan Panik, Flu Biasa Tak seperti Covid-19

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tapi tak perlu panik terkait kasus super flu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Menkes soal Super Flu: Hati-hati tapi Jangan Panik, Flu Biasa Tak seperti Covid-19
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
SUPER FLU - Menteri Kesehatan (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026). Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada tapi tak perlu panik terkait kasus super flu. 

Ringkasan Berita:
  • Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI mencatat, sedikitnya 62 kasus super flu yang telah teridentifikasi hingga akhir Desember 2025.
  • Super Flu adalah penyakit flu karena virus influenza Subclade K.
  • Meski begitu, Menkes mengingatkan agar warga tak perlu panik tapi tetap waspada.

 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terkait kasus influenza A (H3N2) subclade K atau "super flu" yang teridentifikasi di Indonesia.

Super Flu adalah penyakit flu karena virus influenza Subclade K. Sebelumnya Super Flu meluas ke di Amerika seiring datangnya musim dingin.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI mencatat, sedikitnya 62 kasus super flu yang telah teridentifikasi hingga akhir Desember 2025.

Meski begitu, Menkes mengingatkan agar warga tak perlu panik dalam menghadapi "super flu" yang dinilai flu biasa ini.

Budi memastikan, super flu bukanlah virus mematikan. Bahkan, Budi mengaku lebih khawatir masyarakat di lokasi bencana terkena penyakit menular, seperti campak.

Rekomendasi Untuk Anda

Campak adalah suatu penyakit akut menular yang disebabkan oleh virus, biasanya menyerang anak-anak dengan derajat ringan sampai sedang.

Lebih lanjut, Budi menyebut, super flu sudah ada sejak lama, bukan varian baru.

"Jadi ini sebetulnya virus H3N2, udah lama adanya udah puluhan tahun kita lihat ada," kata  alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026).

"Nah kemudian dia keluar varian baru, istilahnya subclade K. Dia penularannya cepat tapi (tingkat) kematiannya sangat rendah," imbuhnya. 

Kasus ini, biasanya terjadi di musim-musim dingin.

Baca juga: Musim Super Flu, Perlu atau Tidak Vitamin Tambahan untuk Anak?

Menkes menambahkan, kasus super flu di Indonesia bisa diobati dengan pengobatan biasa. 

“Di Indonesia kita sudah identifikasi yang saya lihat laporan terakhir masih puluhan, enggak parah sih, artinya bisa dengan pengobatan biasa," ucap Budi.

Menkes: Super Flu Tak Sama dengan Covid-19

Oleh sebab itu, Budi menegaskan, masyarakat jangan terlalu panik, namun tetap berhati-hati.

“Pesan saya kepada masyarakat kita harus hati-hati dan sadar ada ini (subclade K) tapi enggak usah panik, karena ini sama seperti flu biasa, bukan seperti Covid yang dulu-dulu seperti varian Delta yang mematikan," ucapnya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas