Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Menkes soal Super Flu: Hati-hati tapi Jangan Panik, Flu Biasa Tak seperti Covid-19

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tapi tak perlu panik terkait kasus super flu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Menkes soal Super Flu: Hati-hati tapi Jangan Panik, Flu Biasa Tak seperti Covid-19
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
SUPER FLU - Menteri Kesehatan (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026). Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada tapi tak perlu panik terkait kasus super flu. 

“Yang penting apa? itu tadi, kalau sistem imunitas kita bagus, makannya cukup, tidurnya cukup, olahraga cukup, inshaAllah kalau ada virus masuk dan virusnya lemah seperti super flu ini kita bisa sembuh. Kalau ternyata di lingkungan kita banyak yang batuk-batuk ya kita pakai masker, cuci tangan, sama seperti Covid,” ujarnya.

Tentang Super Flu Subclade K

Super Flu adalah penyakit flu yang diakibatkan virus influenza Subclade K.

Secara global, Subclade K dari influenza A H3N2 telah menginfeksi jutaan orang. 

Dikutip dari unikma.ac.id, Subclade K bukanlah jenis virus baru, melainkan cabang mutasi dari virus Influenza A (H3N2). 

Baca juga: Super Flu Akankah Jadi Pandemi Baru? Begini Kata Epidemiolog

Virus H3N2 telah bersirkulasi selama puluhan tahun sebagai bagian dari flu musiman.

Adapun karakteristik Subclade K ini, memiliki beberapa mutasi genetik yang membuatnya lebih mudah menular.

Masyarakat pun diimbau untuk waspada terhadap penyebaran Super Flu, khususnya di Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski angka kematian tak melonjak signifikan, kelompok rentan tetap menjadi perhatian utama.

Menurut Epidemiolog sekaligus Pakar Kesehatan Global Dicky, Budiman, kelompok lansia terutama usia di atas 65 tahun, anak kecil, bayi, ibu hamil, serta individu dengan penyakit penyerta berisiko mengalami kondisi lebih serius.

“Namun pada kelompok berisiko tinggi seperti lansia usia di atas 65 itu bisa parah ya, angka kematiannya bisa jauh lebih tinggi dibanding kelompok usia lain,” ungkapnya, Rabu (31/12/2025).

Selain tingkat keparahan, durasi perawatan turut menjadi persoalan.

Pasien dari kelompok rentan lebih sering membutuhkan rawat inap lebih lama dibandingkan flu musiman biasa.

Gejala dan Cara Pencegahan

Gejala Super Flu seperti flu pada umumnya, namun varian Subclade K memiliki intensitas keluhan yang jauh lebih berat.

Gejala Super Flu varian Subclade K, yakni demam tinggi atau menggigil, batuk, pilek atau hidung tersumbat, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan, serta nyeri otot atau nyeri badan.

Selanjutnya, gejala tambahan pada anak, meliputi muntah dan diare lebih sering ditemukan pada pasien anak-anak dibandingkan dewasa.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas