Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

BAB Sambil Duduk atau Jongkok Sama-sama Berbahaya, Ini Penjelasan Dokter

Duduk terlalu lama di toilet sambil bermain handphone ternyata juga dapat meningkatkan risiko wasir atau ambeien. Kebiasaan ini jangan dianggap sepele

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: willy Widianto
zoom-in BAB Sambil Duduk atau Jongkok Sama-sama Berbahaya, Ini Penjelasan Dokter
Brightside.me
BAB DUDUK - Begini posisi terbaik jika buang air besar di toilet duduk. Apakah selama ini kamu sudah benar? Secara anatomi, posisi duduk di toilet membuat rektum membentuk sudut tertentu yang justru menghambat proses pengeluaran feses secara alami. Akibatnya, seseorang cenderung mengejan lebih kuat dan lebih lama. 

Ringkasan Berita:
  • Duduk terlalu lama di toilet sambil bermain handphone ternyata dapat meningkatkan risiko wasir atau ambeien
  • Tekanan yang terjadi dalam waktu lama inilah yang memicu pelebaran pembuluh darah di sekitar anus, kondisi yang dikenal sebagai wasir atau ambeien.
  • Secara anatomi, posisi duduk di toilet membuat rektum membentuk sudut tertentu yang justru menghambat proses pengeluaran feses secara alami

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kebiasaan membawa ponsel ke toilet saat buang air besar (BAB) kini menjadi hal yang semakin lumrah. Banyak orang menganggapnya sekadar cara mengusir bosan, tanpa menyadari bahwa aktivitas sederhana ini bisa berdampak serius bagi kesehatan. Duduk terlalu lama di toilet sambil bermain handphone ternyata dapat meningkatkan risiko wasir atau ambeien, penyakit yang sering dianggap sepele, tetapi dapat sangat mengganggu kualitas hidup jika sudah parah.

Baca juga: Sering Berdarah Saat BAB? Dokter Beberkan Fakta Wasir yang Banyak Tak Disadari

Dokter Spesialis Bedah Umum RS Pondok Indah – Puri Indah, dr Franky Mainza Zulkarnain, Sp.B, menjelaskan bahwa duduk lama di toilet, terutama saat perhatian teralihkan oleh layar ponsel membuat tekanan di area anus dan rektum meningkat secara signifikan.

“Nah biasanya, kenapa sih? Ini yang suka main handphone pada saat BAB, hati-hati. Yang biasanya cuma 5 menit, jadi setengah jam. Kenapa? Karena tekanannya jadi meningkat di dalam anus karena dia duduk lama,” ujar dr. Franky dalam media briefing virtual, Senin (12/1/2026).

Tekanan yang terjadi dalam waktu lama inilah yang memicu pelebaran pembuluh darah di sekitar anus, kondisi yang dikenal sebagai wasir atau ambeien.

Rekomendasi Untuk Anda

Secara anatomi, posisi duduk di toilet membuat rektum membentuk sudut tertentu yang justru menghambat proses pengeluaran feses secara alami. Akibatnya, seseorang cenderung mengejan lebih kuat dan lebih lama.

Menurut dr. Franky, kondisi ini berbeda dengan posisi jongkok yang secara fisiologis lebih ideal bagi tubuh.

“Kalau kita bicara BAB zaman dulu, itu masih jongkok. Secara posisi anatomi, yang paling baik adalah jongkok. Karena pada saat dia jongkok, rektum tidak berlipat sehingga bisa keluar,” jelasnya.

Sebaliknya, posisi duduk membuat proses BAB cenderung lebih lama. Ketika ditambah dengan kebiasaan bermain handphone, seseorang sering kali tidak sadar bahwa waktu di toilet sudah terlampau panjang.

Meski posisi jongkok dinilai lebih baik, dr. Franky mengingatkan bahwa durasi tetap menjadi faktor utama. Jongkok atau duduk terlalu lama sama-sama berisiko jika dilakukan tanpa kebutuhan.

Masalah muncul ketika seseorang berlama-lama di toilet bukan karena dorongan BAB, melainkan karena asyik bermain handphone.

Baca juga: Terminal 2 Bandara Haneda Krisis Toilet: 70 Persen Tidak Bisa Digunakan

“BAB itu kalau sudah pengen BAB, bukan nungguin BAB di kamar mandi sambil megang handphone. Kadang-kadang orang sudah selesai BAB, belum selesai main handphone,” kata dr. Franky.

Kebiasaan ini membuat waktu di toilet menjadi jauh lebih lama dari yang seharusnya, sehingga tekanan pada pembuluh darah di anus terus berlangsung.

Selain duduk terlalu lama, risiko wasir juga diperparah oleh kebiasaan mengejan akibat feses yang keras. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan pola makan rendah serat dan kurangnya asupan cairan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas