Bukan Faktor Genetik, Gaya Hidup Modern Jadi Pemicu Utama Kanker Usia Muda
Intervensi fenomena kanker di usia muda paling efektif bukan hanya pengobatan, tapi pencegahan primer berbasis siklus hidup.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Dalam skala populasi, faktor genetik hanya menjelaskan sebagian kecil kasus kanker usia muda. Gaya hidup dan lingkungan jadi faktor dominan
- Obesitas sejak remaja, konsumsi makanan ultra-proses tinggi gula dan lemak, rendah serat, serta minim aktivitas fisik menjadi fondasi utama
- lonjakan kanker di usia muda akan berdampak luas, bukan hanya pada kesehatan individu, tetapi juga sistem sosial dan ekonomi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang mengira kanker di usia muda terutama disebabkan oleh faktor keturunan. Namun pandangan lain disampaikan oleh dokter sekaligus epidemiolog Dicky Budiman.
Menurutnya, dalam skala populasi, faktor genetik hanya menjelaskan sebagian kecil kasus kanker usia muda.
Sementara gaya hidup dan lingkungan modern justru menjadi kontributor paling dominan.
“Jadi secara epidemiologi faktor gaya hidup dan lingkungan modern adalah kontributor utama,” ujar Dicky pada keterangannya, Rabu (14/1/2026).
Obesitas Remaja hingga Kurang Tidur Jadi Rantai Risiko
Dicky menjelaskan bahwa pola hidup generasi muda saat ini membentuk rantai risiko yang panjang.
Obesitas sejak remaja, konsumsi makanan ultra-proses tinggi gula dan lemak, rendah serat, serta minim aktivitas fisik menjadi fondasi utama.
Gaya hidup sedentari, kebiasaan begadang, kurang tidur, hingga penggunaan gawai berlebihan ikut memperparah kondisi dengan mengganggu ritme sirkadian tubuh.
Faktor-faktor ini bekerja melalui mekanisme biologis seperti inflamasi kronik, resistensi insulin, stres oksidatif, hingga perubahan mikrobiota usus, semua dikenal sebagai jalur awal terjadinya kanker.
Rokok, Vape, dan Paparan Lingkungan Sejak Dini
Tak hanya gaya hidup personal, faktor lingkungan juga memainkan peran besar. Paparan rokok, vape, dan alkohol sejak usia dini semakin umum ditemukan pada generasi muda.
Selain itu, polusi udara, pestisida, bahan kimia disruptor endokrin, hingga mikroplastik menjadi paparan harian yang sering kali tidak disadari.
Paparan tersebut kerap dimulai sejak masa kanak-kanak, bahkan pada lingkungan kerja informal dan kawasan urban padat.
Dampak Jangka Panjang: Bonus Demografi Terancam
Dicky mengingatkan bahwa lonjakan kanker usia muda akan berdampak luas, bukan hanya pada kesehatan individu, tetapi juga sistem sosial dan ekonomi.
“Peningkatan beban kanker kronis jangka panjang ini akan meningkatkan beban pembiayaan,” jelasnya.
Pasien kanker usia muda memiliki harapan hidup yang lebih panjang, sehingga biaya pengobatan berlangsung bertahun-tahun.
Baca tanpa iklan