Viral Menu MBG Sepotong Ubi dan Pisang, Ini Penjelasan SPPG di Bekasi
Video menu MBG viral karena dianggap jauh dari standar yakni pisang, setengah potongan ubi ungu, dan sedikit kental manis dalam kemasan p
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) jauh dari standar viral.
- Menu MBG yang dikemas dalam plastik ni berisi satu buah pisang, setengah potongan ubi ungu, dan sedikit kental manis.
- SPPG setempat langsung bereaksi memberikan klarifikasi.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Video menu Makan Bergizi Gratis (MBG) jauh dari standar viral.
Menu tersebut berupa satu buah pisang, setengah potongan ubi ungu, dan sedikit kental manis dalam kemasan plastik.
Baca juga: Rencana MBG Selama Bulan Ramadan Disorot, Dokter asal UI Singgung Soal Pemenuhan Nutrisi Anak
Dalam narasi yang disampaikan video, seorang perempuan yang disebut-sebut wali murid menganggap menu kering itu bukan menu bergizi seimbang.
Masih di video yang sama, perempuan itu menyatakan bahwa menu yang diberikan untuk dua hari.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Mustika Jaya , Mustikasari 4 Bekasi, Ageng Wicaksono, menyampaikan klarifikasinya
Menurutnya, ada kesalahpahaman yang muncul pada Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Pelibatan Masyarakat Topang Pasokan Bahan Baku Menu MBG
Pada hari itu, pihaknya mengirimkan menu secara bersamaan ke MI Nurul Anwar, yakni menu basah dan menu kering.
Namun, menu kering untuk satu hari konsumsi justru viral.
Agung mengatakan, menu kering diberikan sebagai pengganti karena hari Jumat merupakan hari libur.
"Sedangkan di hari Kamis masih memberikan menu basah terdiri dari spageti saus daging bolognese, tahu crispy, sawi hijau, wortel, jeruk," ujarnya, Senin (19/1) dikutip dari keterangan Biro Humas dan Hukum BGN.
Mediasi
Atas kejadian tersebut, pihak SPPG telah melakukan diskusi dan mediasi dengan Person in Charge (PIC) sebagai penanggung jawab di lapangan.
"Saat ini kondisi sudah kondusif dan aman. Semua pihak sudah menyepakati untuk berdamai," kata Ageng.
Sebagai evaluasi ke depan akan difokuskan pada penguatan sosialisasi kepada orang tua murid.
Sementara itu, PIC MI Nurul Anwar, Azizah dalam mediasi tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada SPPG atas kejadian tersebut.
"Sebelumnya kami memohon maaf kepada pihak SPPG Mustikasari tindakan dari kejadian ini dari wali murid kami yang mem-posting video bernarasi menu keringan itu dua hari, padahal kenyataannya itu (buat) satu hari. Itu pun saya sudah komunikasi dengan pihak-pihak tersebut," jelasnya.
Para wali murid yang sempat mengunggah video tersebut juga telah melakukan klarifikasi ulang di media sosial.
Selain itu, pihak SPPG telah memberikan tambahan menu pengganti dan melakukan pemesanan baru sebagai bentuk tanggung jawab.
Baca tanpa iklan