Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Sering Lemas Padahal Sudah Kenyang, Cek Pola Makanmu

Banyak orang merasa sudah makan cukup, bahkan kenyang, tetapi tubuh tetap terasa lemas, cepat lelah, hingga sulit fokus beraktivitas. 

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sering Lemas Padahal Sudah Kenyang, Cek Pola Makanmu
Freepik
MAKAN TAPI LEMAS- Banyak orang merasa sudah makan cukup, bahkan kenyang, tetapi tubuh tetap terasa lemas, cepat lelah, hingga sulit fokus beraktivitas.  

Ia menambahkan, sumber protein harian masih menjadi masalah besar, terutama pada perempuan dewasa. 

Banyak yang memilih makan nasi dan sayur saja, tanpa memperhatikan kecukupan protein.

Padahal, protein berperan penting dalam pembentukan energi, menjaga massa otot, dan mencegah kelelahan berkepanjangan.


Bahaya Pola Makan Kekinian: Cepat Kenyang, Cepat Lelah

Tren makanan kekinian juga dinilai turut berkontribusi terhadap pola makan yang tidak seimbang. Makanan tinggi karbohidrat, gula, dan lemak memang cepat memberikan energi, tetapi tidak bertahan lama.

“Makanan manis itu kan cepat dapetin tenaga. Tapi habis itu kita cepat lelah. Lalu akhirnya timbul ketagihan,” kata Siti.

Kondisi ini membuat tubuh terus merasa kurang, sehingga muncul keinginan makan berulang tanpa benar-benar memenuhi kebutuhan gizi. 

Akibatnya, tubuh menjadi lemas, mudah capek, dan performa harian menurun.

Protein Bukan Sekadar Pelengkap, Tapi Kunci Energi

Bahan Makanan yang Mengandung Protein
Bahan Makanan yang Mengandung Protein (Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id)
Rekomendasi Untuk Anda

Siti menekankan pentingnya protein, terutama bagi perempuan dewasa dan remaja putri yang kelak akan menjadi calon ibu. 

Kekurangan protein dalam jangka panjang bisa berdampak serius pada kesehatan, termasuk risiko anemia dan masalah gizi lainnya.

Ia juga mengingatkan bahwa makan instan saja tidak cukup meski terasa mengenyangkan. 

Tanpa kombinasi protein dan serat, tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang seharusnya.

Kenyang Itu Belum Tentu Sehat

Fenomena makan asal kenyang masih banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. 

Padahal, konsep “isi piringku” menuntut keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak, serat, serta asupan cairan yang cukup.

Bagi anak-anak, pemenuhan protein menjadi perhatian utama karena berkaitan erat dengan pencegahan stunting. 

Kekurangan protein dalam masa pertumbuhan tidak selalu terlihat instan, tetapi berdampak jangka panjang.

Kesimpulannya, rasa kenyang bukanlah satu-satunya indikator tubuh sudah tercukupi gizinya. 

Tanpa komposisi yang tepat, makan justru bisa menjadi pemicu tubuh lemas dan cepat lelah.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas