Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Cek Kesehatan Gratis 2026 Beda, Tahun Ini Fokus pada Pengobatan hingga Sehat

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, perbedaan utama pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun ini dibandingkan 2025.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Cek Kesehatan Gratis 2026 Beda, Tahun Ini Fokus pada Pengobatan hingga Sehat
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
CEK KESEHATAN GRATIS - Sejumlah murid mengikuti cek kesehatan saat pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Untuk Anak Sekolah Menengah Pertama di SMPN 5 Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (4/8/2025). Pemerintah resmi memulai program CKG di sekolah-sekolah secara serentak pada 4 Agustus 2025. Kementerian Kesehatan mengungkapkan sebanyak 53 juta pelajar bakal mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis. Mereka merupakan pelajar sekolah dan madrasah yang berjumlah 230 ribu unit di seluruh Indonesia. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Ringkasan Berita:
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin ungkap perbedaan utama pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2026 ini.
  • CKG tahun ini tak sama dengan awal dilaksanakannya tahun lalu. 
  • Di CKG 2026 akan fokus pada tatalaksana kesehatan.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, perbedaan utama pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun ini dibandingkan dengan tahun 2025. 

Perbedaannya bukan hanya jumlah sasaran peserta saja, tetapi soal tindak lanjut hasil CKG.

Baca juga: Pengobatan Pasca CKG Gratis 15 Hari Pertama, Selanjutnya Ditanggung BPJS Kesehatan

Pada tahun lalu, program CKG telah menjangkau sekitar 70 juta masyarakat Indonesia. 

Dari pelaksanaan tersebut, pemerintah memperoleh gambaran kondisi kesehatan masyarakat ada yang sangat sehat, sehat hingga tidak sehat. 

Baca juga: Sehat Itu Kewajiban, Puskesmas Sukamahi Gencarkan CKG dari Kampus hingga Lapas untuk Deteksi PTM

Rekomendasi Untuk Anda

“Tahun lalu kami sudah menyelenggarakan CKG, sudah 70 juta orang ikut. Kami sudah tahu kondisi kesehatan masyarakat,” ujar Menkes Budi dalam kegiatan temu media di Jakarta via daring, Jumat (23/1).

Pada pelaksanaan tahun ini, pemerintah menargetkan jumlah peserta CKG meningkat hingga 136 juta orang. 

PENGOBATAN USAI CKG - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kegiatan temu media di Jakarta via daring, Jumat (23/1/2026) menyebut, pemerintah menanggung pengobatan pasca Cek Kesehatan Gratis (CKG) selama 15 hari pertama dan selanjutnya menggunakan skema pembiayaan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan.
PENGOBATAN USAI CKG - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kegiatan temu media di Jakarta via daring, Jumat (23/1/2026) menyebut, pemerintah menanggung pengobatan pasca Cek Kesehatan Gratis (CKG) selama 15 hari pertama dan selanjutnya menggunakan skema pembiayaan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan. (HO/IST/TANGKAP LAYAR YOUTUBE KEMENKES)

Namun ia menegaskan, peningkatan jumlah skrining bukan tujuan utama program CKG.

“Tujuan CKG bukan hanya skrining-nya, tetapi memastikan masyarakat benar-benar sehat,” tegasnya.

Karena itu, di tahun 2026 ini, ada perbedaan pelaksanaan CKG di lapangan.

Di CKG 2026 akan fokus pada tatalaksana kesehatan.

Masyarakat yang hasil pemeriksaannya menunjukkan kondisi kurang sehat (rapor kuning) maupun tidak sehat (rapor merah) harus mendapatkan pengobatan agar kesehatannya membaik dan sehat (atau rapor hijau).

Mantan dirut Bank Mandiri ini menyatakan, percontohan tatalaksana ini sudah mulai berjalan dan akan diperluas secara nasional. 

Dengan melibatkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, puskesmas, hingga rumah sakit.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas