Mengenal Virus Nipah: Risiko, Gejala, dan Pencegahannya
Virus Nipah dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi (liar atau domestik), termasuk melalui ekskresi dan sekresinya.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Berdasarkan laporan Ministry of Health of India, pada 11 Januari 2026 dilaporkan dua kasus terkonfirmasi Virus Nipah di West Bengal.
Kedua kasus merupakan perawat di sebuah rumah sakit swasta di Barasat, Distrik North 24 Parganas.
Kedua pasien saat ini tengah dirawat di ruang isolasi, dalam kondisi kritis, menggunakan ventilator serta tidak ditemukan riwayat perjalanan ke luar wilayah.
Adapun faktor risiko yang diduga antara lain kontak dengan pasien terinfeksi atau paparan lingkungan yang terkontaminasi virus Nipah.
Oleh karena itu, Kemenkes RI mengimbau masyarakat sebagai langkah pencegahan untuk tidak mengonsumsi buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar.
Kemudian, mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.
Serta bagi pelaku perjalanan ke India atau negara terjangkit, agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mematuhi protokol kesehatan setempat, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, muntah, sesak napas, atau penurunan kesadaran hingga 14 hari setelah kepulangan dari India
Sumber: WHO & Kemenkes RI – Public Health Emergency Operations Center (PHEOC)
Baca tanpa iklan