Bergejala Awal Mirip Flu, Penyakit Virus Nipah Punya Tingkat Kematian 75 Persen
Wabah virus nipah sedang terjadi di India, pasiennya kritis. Seberapa bahaya penyakit ini?
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Virus Nipah bersifat zoonotik, awal menular dari binatang (seperti kerleawar, babi dan lainnya) ke manusia, walaupun akhirnya dapat menular antar manusia seperti di India sekarang ini.
Karena itu ujar Tjandra, Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan khusus.
Thailand sudah melakukan skrining di bandara Suvarnabhumi dan juga Don Mueang, khususnya untuk pendatang dari negara bagian West Bengal, dan memberlakukan kartu kewaspadaan kesehatan "Health Beware Card".
Begitu juga Nepal melakukan skrining di bandara internasionalnya, Tribhuvan International Airport.
Sementara Taiwan pada 16 Januari 2026, memberlakukan peringatan Level 2 "kuning" bagi warganya yang punya rencana bepergian ke daerah Kerala.
"Cukup banyak kunjungan warga India ke Indonesia maka nampaknya perlu pengamatan khusus, setidaknya untuk mereka yang datang dari daerah Kalkuta dan West Bengal," tegasnya.
Ia juga menyarankan, Indonesia baiknya juga waspada dan mengikuti secara ketat perkembangan penularan yang ada, baik di India maupun di berbagai negara tetangga.
Virus nipah di India, bermula dari dua orang perawat di kota Barasat , negara bagian West Bengal India.
Satu perawat yang pria sudah membaik, tetapi satu lagi yang wanita masih dalam kondisi kritis di ICCU.
Dari dua orang kasus awal itu maka penyakit lalu menyebar ke sedikitnya ke tiga orang.
Setidaknya, kini ada sekitar 100 orang kontak erat dari kasus-kasus itu yang kini dalam karantina dan pengawasan ketat otoritasi kesehatan India.
Baca tanpa iklan