Miom Tak Hilang Tapi Membesar Saat Hamil, Dokter Kandungan Ungkap Fakta yang Jarang Diketahui
Banyak perempuan hidup dengan kecemasan diam-diam soal miom dan kista dan termakan hoaks juga mitos.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Tak sedikit perempuan yang juga khawatir ketika mengetahui memiliki kista saat menjalani kehamilan, terutama jika persalinan dilakukan dengan operasi caesar.
Namun dr. Budi menegaskan bahwa pengambilan kista tidak dilakukan sembarangan.
Baca juga: Cerita Muhidah Jalani Operasi Miom dengan Tenang Berbekal Program JKN dari BPJS Kesehatan
Menurutnya, kista berukuran besar saat persalinan justru tidak langsung diambil karena berisiko.
Dokter biasanya akan melakukan evaluasi lanjutan setelah proses melahirkan selesai.
Setelah sekitar enam bulan pasca persalinan, kondisi kista akan diperiksa kembali.
Jika ukurannya kecil dan tidak menimbulkan gangguan, kista bisa dibiarkan dengan pemantauan rutin.
Pada kondisi tertentu, pasien hanya akan mendapatkan edukasi terkait pola makan, termasuk diet estrogen.
Makanan Indonesia dan Fitoestrogen, Apa Pengaruhnya?
Dr. Budi juga menyinggung soal pola konsumsi masyarakat Indonesia yang kerap dikaitkan dengan miom dan kista. Ia menyebut banyak makanan sehari-hari mengandung fitoestrogen.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa tidak semua fitoestrogen berdampak sama. Salah satu bahan pangan yang dikenal memiliki kandungan estrogen tinggi adalah kedelai.
“Rata-rata makanan di Indonesia fitoestrogen semua, tapi memang di kedelai kadar estrogen itu tinggi banget,” ujarnya.
Meski demikian, konsumsi makanan tertentu tidak bisa langsung disimpulkan sebagai penyebab munculnya miom atau kista.
Hoaks soal Makanan Saat Menstruasi Picu Miom dan Kista
Mitos lain yang banyak beredar adalah anggapan bahwa mengonsumsi makanan atau minuman tertentu saat menstruasi dapat menyebabkan miom atau kista.
Dr. Budi menegaskan hal tersebut tidak benar secara medis.
“Hoaks, ga ada makanan dan minuman yang dimakan saat haid bikin kista atau miom,” tegasnya.
Ia menjelaskan, faktor genetik memiliki peran yang lebih besar dalam pembentukan miom dan kista.
Jika seseorang tidak memiliki faktor keturunan, konsumsi tahu, tempe, atau makanan lain tidak serta-merta memicu masalah tersebut.
Namun, pada perempuan dengan kecenderungan genetik, faktor hormon bisa mempercepat pertumbuhan miom atau kista.
Meski hingga kini tidak ada cara pasti untuk mengetahui faktor genetik tersebut sejak awal.
Baca tanpa iklan