Orang Tua Wajib Waspadai 5 Gangguan Mental yang Umum Dialami Anak
Kesehatan anak bukan hanya soal fisik saja tetapi juga kesehatan mental.Mental anak sering diabaikan oleh orang tua karena tidak langsung terlihat.
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Kesehatan anak juga meliputi kesehatan mental.
- Ada baiknya orang tua bisa memahami beberapa masalah kesehatan mental yang umum dialami anak.
- Pahami juga gejalanya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kesehatan anak bukan hanya soal fisik saja tetapi juga kesehatan mental.
Sayangnya, mental anak sering diabaikan oleh orang tua karena tidak langsung terlihat.
Baca juga: Ratusan Taruna Akpol Uji Mental Dikerahkan Bantu Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Psikolog klinis anak dan remaja, Monica Sulistiawati, mengatakan, ada baiknya orang tua bisa memahami beberapa masalah kesehatan mental yang umum dialami anak dan juga gejalanya.
Berikut masalah kesehatan mental yang umum dialami anak:
1. Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan adalah merasa takut, cemas, dan khawatir berlebihan dan sulit dikendalikan.
Ada beberapa jenis gangguan kecemasan dengan tanda-tanda yang berbeda.
General Anxiety Disorder (GAD)
Anak mengalami kecemasan berlebihan terhadap berbagai hal sehari-hari, seperti penampilan, nilai sekolah, dan hal kecil lainnya. Kondisi ini bisa membuat anak menjadi perfeksionis.
Panic Disorder
Anak mengalami panik luar biasa saat menghadapi situasi tertentu, misalnya saat harus tampil di depan umum.
Separation Anxiety Disorder (SAD)
Anak merasa cemas berlebihan saat harus berpisah dari orang terdekat, seperti orang tua atau saudara.
Social Anxiety Disorder
Anak merasa sangat cemas saat berinteraksi sosial dengan orang lain di luar lingkaran dekatnya. Hal ini bisa membuat anak sulit mendapatkan teman saat sekolah.
Selective Mutism
Anak tiba-tiba menjadi sangat diam, tidak banyak bergerak, atau menghindar saat berada di situasi yang membuatnya tidak nyaman. Biasanya gejala ini tidak muncul di lingkungan yang membuatnya nyaman, seperti di rumah.
Fobia
Anak mengalami takut dan cemas berlebihan terhadap sesuatu yang menjadi pemicu, seperti ketinggian, hewan tertentu, atau makanan tertentu.
Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
Anak memiliki obsesi berlebihan pada suatu hal dan merasa sangat cemas jika tidak terpenuhi, misalnya sangat terganggu ketika barang berantakan.
Post-traumatic Stress Disorder (PTSD)
Anak merasa takut atau cemas berlebihan setelah mengalami atau menyaksikan kejadian traumatis, seperti kecelakaan.
2. Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD)
Baca tanpa iklan