Telur baik untuk Kesehatan, tetapi Berapa Banyak yang Harus Dikonsumsi?
Telur dikenal sebagai “superfood” karena kandungan protein berkualitas tinggi, asam amino esensial, serta mikronutrien penting
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Telur dikenal sebagai “superfood” karena kandungan protein berkualitas tinggi, asam amino esensial, serta mikronutrien penting seperti lutein, kolin, dan vitamin A, B, dan D.
- Jumlah konsumsi telur yang aman berbeda-beda di tiap negara dan kelompok populasi.
- Rekomendasi mulai dari satu butir per minggu hingga satu butir per hari tergantung budaya dan kondisi kesehatan
TRIBUNNEWS.COM - Tidak ada jawaban tunggal untuk konsumsi telur secara rutin, karena apakah seseorang sebaiknya makan telur setiap hari bergantung pada pola makan keseluruhan, kebiasaan makan, kondisi kesehatan, dan faktor risiko individu.
Dilansir eVnExpress, telur sering disebut sebagai "superfood" karena profil nutrisinya yang kaya.
Menurut Dr. Nguyen Quoc Anh, wakil kepala Departemen Biologi Molekuler Mikrobiologi Pangan di Institut Gizi Nasional Vietnam, telur menyediakan protein berkualitas tinggi dan rangkaian lengkap asam amino esensial, termasuk leusin, yang mendukung sintesis protein otot.
Kuning telur, khususnya, kaya akan mikronutrien penting seperti lutein dan zeaksantin yang bermanfaat bagi kesehatan mata; kolin yang mendukung fungsi otak dan sistem saraf; serta vitamin A, B, dan D. Satu butir telur besar dengan berat sekitar 50 gram dapat menyediakan sekitar 270 IU (satuan internasional) vitamin A, 41 IU vitamin D, 6 gram protein, dan hanya 72 kalori.
Meskipun memiliki manfaat tersebut, pertanyaan "berapa banyak telur yang cukup" masih diperdebatkan.
Tidak ada rekomendasi universal, karena konsumsi telur harus dipertimbangkan dalam konteks pola makan, gaya hidup, dan kondisi kesehatan individu.
Baca juga: Yuk Jadi Konsumen Cerdas, Ini Fakta Penting Soal Mi Telur
Hal ini menjelaskan mengapa pedoman berbeda-beda di seluruh dunia, sering kali mencerminkan budaya makan nasional. Jerman menganjurkan kehati-hatian sekitar satu telur per minggu, Spanyol merekomendasikan hingga empat, dan Irlandia hingga tujuh.
American Heart Association menganggap satu telur per hari wajar bagi orang dewasa sehat.
Di Asia, China mendorong orang untuk mengonsumsi lima hingga tujuh telur per minggu.
Jepang tidak menetapkan batas spesifik, tetapi konsumsi aktual di sana termasuk yang tertinggi di dunia, hampir satu telur per hari.
Dengan demikian, tingkat konsumsi telur yang aman bervariasi menurut kelompok populasi. Untuk orang dewasa sehat tanpa kondisi mendasar seperti penyakit kardiovaskular, penyakit hati, atau gangguan lipid, studi menunjukkan bahwa makan satu telur per hari aman jika dimasukkan sebagai bagian dari diet seimbang.
Kelompok berisiko lebih tinggi, termasuk penderita diabetes, penyakit jantung, atau kolesterol tinggi, harus lebih berhati-hati.
Beberapa studi observasional menunjukkan hubungan antara konsumsi telur tinggi dan peningkatan risiko kardiovaskular pada penderita diabetes.
Oleh karena itu, para ahli sering merekomendasikan agar kelompok ini membatasi asupan sekitar dua hingga tiga telur per minggu, sambil memantau asupan lemak jenuh dan kolesterol secara ketat.
Baca tanpa iklan