Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mengantuk setelah Makan Siang, Dokter Ungkap Pola Makan yang Sering Salah

Jika dibiarkan, kebiasaan ini bukan hanya berdampak jangka pendek seperti lemas dan sulit fokus, tapi juga memicu masalah kesehatan jangka panjang.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata

Ringkasan Berita:
  • Rasa kantuk setelah makan siang, tidak lepas dari pola makan yang keliru dan kebiasaan harian yang tanpa disadari berdampak pada kesehatan tubuh
  • Kebiasaan makan di luar, terutama di jam kerja, juga turut memengaruhi munculnya rasa kantuk dan lemas
  •  Lonjakan gula darah membuat tubuh membutuhkan aliran darah lebih besar ke saluran pencernaan untuk proses metabolisme. Akibatnya, pasokan darah ke otak berkurang sementara

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mengantuk setelah makan siang sering dianggap wajar, bahkan menjadi bahan candaan di kantor. 

Padahal, menurut dokter spesialis gizi klinik dr. Nita, M.Gizi, Sp.GK, kondisi tersebut tidak lepas dari pola makan yang keliru dan kebiasaan harian yang tanpa disadari berdampak pada kesehatan tubuh.

Fenomena “ngantuk habis makan” kerap dialami pekerja di usia produktif, terutama mereka yang melewatkan sarapan dan baru makan dalam porsi besar saat siang hari.

Makan Siang Kalap, Tubuh Kaget Terima Lonjakan Gula Darah

Lebih lanjut dr. Nita menjelaskan, rasa kantuk setelah makan siang berkaitan dengan cara tubuh memetabolisme makanan dalam jumlah besar secara tiba-tiba.

“Kalau makan siang kan biasanya porsinya cukup lumayan nih ya, apalagi kalau kita punya kebiasaan tidak mulai dengan sarapan, jadi sering pada saat makan siang ini jadi kalap gitu, nah jadi tiba-tiba perut penuh, gula darah naik gitu ya,” ujar dr. Nita pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Senin (2/2/2026). 

Baca juga: Pengalaman Alyssa Daguise Hamil Anak Pertama, Sering Mengantuk dan Mudah Lelah

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menerangkan, lonjakan gula darah membuat tubuh membutuhkan aliran darah lebih besar ke saluran pencernaan untuk proses metabolisme. 

Akibatnya, pasokan darah ke otak berkurang sementara.

“Otomatis kan jadi muncul nih, ngantuk, ya lemas, karena tadi karena gula yang tiba-tiba melonjak naik itu salah satunya, dan aliran darah yang dipakai untuk memetabolisme sih makanan yang baru dimakan itu,” lanjutnya.

Kondisi ini makin terasa ketika menu makan siang didominasi karbohidrat sederhana, seperti nasi putih dalam porsi besar dengan lauk terbatas.

Karbo Berlebih, Makan Cepat, dan Minuman Manis Jadi Kombinasi Berbahaya

Kebiasaan makan di luar, terutama di jam kerja, juga turut memengaruhi munculnya rasa kantuk dan lemas. 

Menu tinggi karbohidrat, makan terburu-buru, hingga pendamping minuman manis kerap menjadi satu paket.

Ia menegaskan, tubuh secara alami membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama, terutama untuk otak dan sel darah merah. 

Namun, saat asupan gula masuk terlalu cepat dan berlebihan, tubuh justru “kewalahan”.

“Begitu sudah seharian ya dari pagi sampai siang, itu kan akan dipakai nih glukosa-glukosa yang ada di tubuh kita, nah pasti akan drop ya, nah itu secara alami, pasti kan tubuh akan minta untuk asupan gula, untuk cepat mengembalikan,” jelasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas