RI Peringkat 2 Kasus Tuberkulosis Tertinggi di Dunia, Wamenkes Dipanggil Prabowo ke Istana
Dalam pertemuan selama sekitar satu jam, Prabowo meminta kepada Benjamin agar penanganan TB menjadi fokus utama pemerintahan.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Indonesia saat ini menempati posisi kedua dengan kasus tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia.
- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus dipanggil Presiden Prabowo ke Istana.
- Presiden meminta agar penanganan TB menjadi fokus utama pemerintahan saat ini.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan Indonesia saat ini menempati posisi kedua dengan kasus tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia.
Hal itu disampaikannya usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Baca juga: Perluas Kampung Siaga Hingga Ribuan Lokasi, Pemprov DKI Mantapkan Target Eliminasi TBC 2030
"Kan kita nomor dua tertinggi di dunia. Oleh karena itu, Presiden minta tolong ini merupakan prioritas Presiden, dalam pemerintahan beliau supaya angkanya turun," kata Benjamin.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan selama sekitar satu jam tersebut, Presiden meminta agar penanganan TB menjadi fokus utama pemerintahan saat ini.
"Ya, tentu bahas kesehatan. Beliau tanya bagaimana saya tugas di Kementerian Kesehatan. Ya, saya jelaskan tugas-tugas saya. Pertama, untuk bagaimana pemberantasan tuberkulosis bisa lebih baik," ujarnya.
Benjamin menambahkan, penanganan TB harus dilakukan secara masif seperti saat penanganan Covid-19.
"Karena sebetulnya penanganan TB itu kayak Covid-lah. Kalau diserbu habis, virusnya dimatikan kalau Covid, kalau TB Mycobacterium tuberculosis-nya dihabiskan. Ya, di Indonesia kalau sudah tidak ada kuman TB kan tidak menular. Nah, selama kumannya ada ya menulari kita," jelasnya.
Menurut dia, tingginya angka TB menjadi tantangan besar bagi Indonesia yang ingin menjadi negara maju.
"Nah, kalau kita nomor dua di dunia kan bagaimana, mau jadi negara maju kok kasus TB-nya tinggi sekali? Setelah India, Indonesia," ucapnya.
Ia mengungkapkan, dalam 120 hari terakhir dirinya telah mengunjungi 12 provinsi untuk mensosialisasikan program percepatan penanganan TB bersama para kepala daerah.
"Maka saya pun juga dalam waktu 120 hari ini saya sudah keliling di 12 provinsi dengan semua pimpinan daerahnya mensosialisasikan program ini," katanya.
Benjamin menegaskan, Presiden meminta agar penanganan TB dilakukan secara maksimal demi menekan angka penularan dan kematian.
"Jadi Pak Presiden minta supaya kita fokus penanganan sebaik-baiknya," ujarnya.
Baca tanpa iklan