Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

YLKI: Pasien Terancam Kehilangan Layanan Imbas PBI BPJS Nonaktif, Ini Kata Dirut BPJS Kesehatan

YLKI kritik penonaktifan PBI BPJS yang rugikan pasien miskin, BPJS tegaskan keputusan ada di Kemensos.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in YLKI: Pasien Terancam Kehilangan Layanan Imbas PBI BPJS Nonaktif, Ini Kata Dirut BPJS Kesehatan
Tribun Medan/Danil Siregar
PELAYANAN BPJS KESEHATAN - YLKI soroti pasien miskin terancam putus layanan akibat PBI BPJS nonaktif, BPJS sebut penetapan kewenangan Kemensos. 

Ringkasan Berita:
  • YLKI menyoroti penonaktifan kepesertaan PBI BPJS Kesehatan yang dinilai merugikan masyarakat miskin dan pasien kronis. 
  • Ketua YLKI Niti Emiliana menyebut mekanisme pemberitahuan lemah dan berisiko memutus pengobatan rutin.

TRIBUNNEWS.COM - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti penonaktifan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang dialami sejumlah warga. 

Kebijakan tersebut dinilai berisiko menghambat akses layanan kesehatan bagi kelompok masyarakat miskin dan rentan.

Terutama pasien yang membutuhkan perawatan rutin.

PBI merupakan segmen Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi kelompok konsumen rentan secara ekonomi dengan iuran yang ditanggung negara. 

Namun, penonaktifan kepesertaan tanpa informasi yang jelas dinilai berdampak langsung pada keberlanjutan layanan kesehatan.

Ketua YLKI Niti Emiliana menilai mekanisme pemberitahuan penonaktifan PBI masih lemah dan berpotensi melanggar hak konsumen.

Rekomendasi Untuk Anda

“Penonaktifan tanpa informasi yang memadai telah menempatkan pasien, khususnya masyarakat miskin dan rentan, pada posisi yang sangat dirugikan,” ujar Niti Emiliana pada siaran pers, Jumat (6/2/2026). 

Baca juga: Kemenkes Tanggapi Keluhan Pasien Cuci Darah, BPJS PBI Dinonaktifkan Mendadak

Pasien Rutin Terancam Putus Pengobatan

YLKI menekankan bahwa dampak paling serius dari penonaktifan PBI dirasakan oleh pasien yang membutuhkan layanan medis berkelanjutan. 

Pasien cuci darah, tuberkulosis, penyakit jantung, darah tinggi, dan penyakit kronis lainnya dinilai berada dalam posisi paling rentan.

Menurut YLKI, keterlambatan atau ketiadaan informasi mengenai status kepesertaan dapat menyebabkan terputusnya pengobatan, yang berisiko membahayakan keselamatan pasien.

“Terlebih bagi pasien rutin dan penderita penyakit kronis, keterlambatan informasi dapat berujung pada terputusnya pengobatan dan membahayakan keselamatan jiwa,” tegas Niti.

YLKI Desak Masa Transisi dan Pengecualian

YLKI meminta pemerintah tidak menjadikan pembaruan data sebagai alasan terputusnya layanan kesehatan

Menurut YLKI, perlu ada pengecualian dan masa transisi bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan berkelanjutan agar akses terhadap obat dan tindakan medis tetap terjamin.

YLKI juga menyatakan akan bersurat secara resmi kepada pemerintah, Kementerian Sosial, dan BPJS Kesehatan untuk meminta ruang klarifikasi serta peluang aktivasi kembali kepesertaan PBI bagi peserta yang masih memenuhi kriteria.

Sebagai bagian dari advokasi, YLKI membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang kepesertaan PBI-nya dinonaktifkan. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas