Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Jangan Anggap Sepele GERD Pada Anak: Ganggu Asupan Nutrisi, Esofagus Rusak

Orangtua perlu mewaspadai penyakit refluks gastroesofageal atau gastroesophageal reflux disease (GERD) pada anak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Jangan Anggap Sepele GERD Pada Anak: Ganggu Asupan Nutrisi, Esofagus Rusak
HO/IST/dok. Kompas/Gading Perkasa
WASPADAI GERD ANAK - Dokter spesialis anak dan konsultan gastrohepatologi, Prof. Dr. Badriul Hegar, Sp.A(K). Dia mengatakan, GERD yang berlangsung lama dapat mengganggu asupan nutrisi anak akibat kerusakan pada esofagus. 

Ringkasan Berita:
  • Orangtua perlu mewaspadai penyakit refluks gastroesofageal atau gastroesophageal reflux disease (GERD) pada anak.
  • Dalam jangka panjang GERD dapat menghambat tumbuh kembang anak karena mengganggu asupan nutrisi anak akibat kerusakan pada esofagus.
  • Kebutuhan nutrisi yang seharusnya menunjang pertumbuhan anak menjadi tidak terpenuhi secara optimal.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyakit refluks gastroesofageal atau gastroesophageal reflux disease (GERD) pada anak tidak bisa dianggap sepele. 

Selain menimbulkan keluhan jangka pendek, kondisi ini berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak jika tidak ditangani secara tepat.

Dokter spesialis anak dan konsultan gastrohepatologi, Prof. Dr. Badriul Hegar, Sp.A(K), menjelaskan bahwa GERD yang berlangsung lama dapat mengganggu asupan nutrisi anak akibat kerusakan pada esofagus.

“Kalau pada anak kita ngomong tumbuh kembang anak, tumbuh kembang anak pasti akan terganggu,” ujar Prof. Badriul pada Media Gathering & Health Talk dengan tema “POV: Regurgitasi, GER, dan GERD pada Anak dan Dampaknya terhadap Kesehatan” yang diselenggarakan oleh RS Premier Bintaro di Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026).

Ia menerangkan, paparan asam lambung yang berlebihan dan berlangsung lama dapat merusak dinding esofagus. 

Rekomendasi Untuk Anda

Kondisi tersebut membuat anak mengalami penurunan asupan makan karena rasa tidak nyaman, bahkan nyeri saat menelan. 

Akibatnya, kebutuhan nutrisi yang seharusnya menunjang pertumbuhan anak tidak terpenuhi secara optimal.

Prof. Badriul juga mengingatkan, kerusakan esofagus akibat asam lambung tidak hanya berdampak pada fase pertumbuhan anak saat ini, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko di masa depan.

“Asam yang terlalu lama, terlalu sering merusak dinding esofagus, bisa membuat sel-sel esofagus itu berubah, menjadi suatu bentuk yang tentunya mengkhawatirkan menjadi keganasan kemudian hari,” jelasnya.

Baca juga: Bayi Rewel Tak Selalu Sakit, Curigai GERD Jika Ada Tanda Ini!

Meski risiko keganasan lebih sering dibahas pada pasien dewasa, Prof. Badriul menekankan bahwa perubahan sel akibat iritasi kronis tetap perlu diwaspadai sejak usia anak. 

Karena itu, GERD pada anak harus dikenali dan ditangani secara cermat, bukan sekadar berdasarkan dugaan.

Di sisi lain, Prof. Badriul menyoroti persoalan yang kerap ditemui di lapangan, yakni kesalahan membedakan antara GERD dengan feeding difficulty atau kesulitan makan pada anak. 

Menurutnya, banyak kasus feeding difficulty yang justru dimaknai sebagai GERD, padahal keduanya memiliki mekanisme dan pendekatan penanganan yang berbeda.

Feeding difficulty umumnya muncul pada usia enam bulan hingga sekitar satu tahun, terutama saat anak mulai diperkenalkan pada makanan pendamping ASI. 

Baca juga: GERD Tak Mengenal Usia, Ini Tanda Bahaya dan Risiko Serius Jika Diabaikan

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas