Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Penumpang Pesawat dari Jakarta Bawa Campak, Otoritas Australia Barat Keluarkan Peringatan

Otoritas setempat melakukan penelusuran paparan di sejumlah lokasi umum, termasuk bandara, restoran, dan tempat ibadah di Perth

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S

Ringkasan Berita:
  • Otoritas kesehatan Western Australia mengeluarkan peringatan campak setelah penumpang penerbangan Batik Air rute Jakarta–Perth terkonfirmasi positif. 
  • Paparan terjadi di sejumlah lokasi di Perth, termasuk Terminal 1 Bandara, gereja, dan restoran, pada 8 Februari 2026. 
  • Warga diminta memantau gejala 7–18 hari, melakukan isolasi, dan menghubungi layanan kesehatan jika mengalami tanda campak.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Otoritas kesehatan Australia Barat (Western Australia/WA) mengeluarkan peringatan campak setelah seorang penumpang penerbangan dari Jakarta ke Perth terkonfirmasi positif penyakit tersebut.

Kasus ini menjadi bagian dari dua infeksi campak yang teridentifikasi di WA sepanjang 2026.

Akibatnya, otoritas setempat melakukan penelusuran paparan di sejumlah lokasi umum, termasuk bandara, restoran, dan tempat ibadah di Perth.

Peringatan ini diperbarui pada 12 Februari 2026 dan dikeluarkan oleh Direktur Direktorat Pengendalian Penyakit Menular WA, Dr. Paul Armstrong.

Dalam peringatan yang dirilis di website resmi Wa dilaporkan bahwa satu kasus campak terdeteksi pada penumpang penerbangan: Batik Air ID6080.

Rute: Jakarta – Perth pada Sabtu, 7 Februari 2026, pukul 18.55 – 00.40 setempat.

Rekomendasi Untuk Anda

Penumpang tersebut tiba di Terminal 1 Bandara Perth pada Minggu dini hari (8 Februari 2026).

Otoritas kesehatan WA merilis sejumlah lokasi yang dikunjungi pasien saat dalam masa menular:

Pertama, Terminal 1 Bandara Perth pada 8 Februari 2026 pukul  00.40 – 01.30.

Kedua, Oikos Church pada  8 Februari 2026 pukul 11.30 – 14.15.

Ketiga, Chopsticks Viet pada 8 Februari 2026 pukul 17.30 – 19.00.

Masyarakat yang berada di lokasi tersebut pada tanggal dan waktu yang disebutkan diminta untuk memantau gejala selama 7 hingga 18 hari setelah kunjungan.

Baca juga: Campak Bisa Picu Pneumonia hingga Radang Otak, Imunisasi Kunci Utama Lindungi Anak

Masih dalam peringatan yang sama, otoritas menyebutkan gejala yang patut diwaspadai saat seseorang terinfeksi campak.

Campak biasanya berkembang sekitar 10 hari setelah paparan, namun dapat muncul dalam rentang 7–18 hari.

Gejalanya meliputi demam, kelelahan, pilek, batuk, mata merah dan perih, hingga ruam merah berbintik-bintik (muncul 3–4 hari setelah gejala awal, dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh, berlangsung 4–7 hari).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas