Tips Merawat Kulit Tubuh Saat Puasa, Skema Minum 2-4-2 dan Touch Up Body Care
Kulit tubuh juga mengalami tantangan besar akibat perubahan pola makan, minum, dan jam istirahat selama puasa.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Kulit tubuh juga mengalami tantangan besar akibat perubahan pola makan, minum, dan jam istirahat selama puasa.
- Langkah pertama yang paling mendasar adalah memenuhi kebutuhan cairan harian dan orang dewasa tetap dianjurkan mengonsumsi sekitar 2–2,5 liter cairan per hari.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perawatan kulit saat Ramadan sering kali hanya fokus pada wajah. Padahal, kulit tubuh juga mengalami tantangan besar akibat perubahan pola makan, minum, dan jam istirahat selama puasa.
Dokter spesialis kulit dr. Amanda Nandi Wardani BMedSc(Hons), Sp.D.V.E membagikan panduan praktis merawat kulit tubuh agar tetap terhidrasi sepanjang Ramadan.
Menurutnya, kunci utama ada pada kombinasi hidrasi dari dalam, nutrisi, istirahat, dan perawatan dari luar.
“Jadi yang real-real aja ya, yang kita kerjain itu apa sih gitu kan, supaya kulit tetap terhidrasi selama bulan Ramadhan,” ujarnya dalam acara Vaseline X HALUU: Gluta-Hya Hydration Clinic yang digelar di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Minggu (22/2/2026).
Langkah pertama yang paling mendasar adalah memenuhi kebutuhan cairan harian. Orang dewasa tetap dianjurkan mengonsumsi sekitar 2–2,5 liter cairan per hari.
Selama puasa, kebutuhan ini bisa disiasati dengan pembagian waktu minum yang sederhana. Skema 2-4-2 berarti dua gelas saat sahur, empat gelas dari berbuka hingga malam, dan dua gelas sebelum tidur.
Baca juga: 8 Cara Merawat Kulit Berminyak dengan Bahan Alami, Gunakan Madu hingga Tomat
Selain air putih, asupan cairan juga bisa dibantu dari makanan. Buah dan sayur mengandung kadar air tinggi yang membantu menjaga keseimbangan hidrasi tubuh.
Di sisi lain, konsumsi minuman bersifat diuretik seperti kopi dan teh sebaiknya dikurangi. Minuman ini dapat mempercepat pengeluaran cairan dari tubuh sehingga berpotensi memperparah kulit kering saat puasa.
Istirahat Cukup, Kulit Ikut Pulih
Perubahan jadwal selama Ramadan sering membuat waktu tidur berkurang. Padahal, istirahat yang cukup berperan penting dalam proses pemulihan kulit.
Menurut dr. Amanda, tubuh tetap membutuhkan waktu tidur sekitar 6–8 jam per hari. Saat tidur, kulit melakukan regenerasi alami. Jika waktu istirahat kurang, proses ini bisa terganggu dan berdampak pada kondisi kulit.
Baca juga: 7 Tips Ampuh Menjaga Kesehatan Kulit Saat Cuaca Panas Ekstrem Melanda Indonesia
Menjaga kualitas tidur menjadi bagian dari perawatan kulit yang sering diabaikan, padahal efeknya terasa langsung pada kesehatan kulit secara keseluruhan.
Selain dari dalam, kulit membutuhkan perlindungan dari luar melalui penggunaan produk pelembap tubuh. Body care atau body serum membantu memperkuat lapisan pelindung kulit agar cairan tidak mudah menguap.
“Dan yang terakhir, yang gak kalah penting dan gak boleh lupa adalah dengan cara menghidrasi dari luar,” kata dr. Amanda.
Baca tanpa iklan