Syarat Aman Agar Ibu Hamil Berpuasa Tak Bahayakan Janin
Selalu ditanya ibu hami setiap tahun, apakah aman berpuasa saat mengandung?
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Pertanyaan yang kerap muncul setiap tahun, apakah aman ibu hamil berpuasa?
- Sebagian ibu ingin tetap menjalankan ibadah penuh, tetapi di sisi lain muncul kekhawatiran soal kondisi janin.
- Perhatikan rambu atau syarat aman dari dokter.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ramadan selalu dinanti karena ganjaran pahalanya bagi umat muslim.
Namun bagi ibu hamil, ada satu pertanyaan yang kerap muncul setiap tahun, apakah aman berpuasa saat mengandung?
Baca juga: Tak Puasa karena Hamil Tua, Alyssa Daguise Siapkan Menu Sahur untuk Al Ghazali
Sebagian ibu ingin tetap menjalankan ibadah penuh, tetapi di sisi lain muncul kekhawatiran soal kondisi janin.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Eka Hospital PIK, dr. Alfonso Anggriawan, Sp.OG, menekankan bahwa keputusan ini tidak bisa disamaratakan.
“Secara medis, ibu hamil boleh berpuasa jika kondisi kehamilan sehat dan tidak berisiko,"ungkap dr Alfonso pada keterangannya, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Hukum Puasa bagi Ibu Hamil dalam Islam dan Ketentuan Membayar Fidyah
Artinya, puasa bukan sesuatu yang otomatis dilarang. Namun juga bukan kewajiban yang harus dipaksakan jika ada risiko kesehatan.
Dalam ajaran Islam, ibu hamil termasuk golongan yang mendapat keringanan (rukhsah) untuk tidak berpuasa apabila khawatir terhadap kesehatan diri atau janin.
Karena itu, keputusan berpuasa sebaiknya didasarkan pada kondisi medis dan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan.
Tidak Semua Kehamilan Aman untuk Puasa
Setiap kehamilan memiliki dinamika berbeda. Ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat puasa tidak dianjurkan.
Puasa sebaiknya dihindari bila ibu mengalami hiperemesis gravidarum (mual muntah berat), tekanan darah rendah yang sering menyebabkan pusing, anemia sedang hingga berat, diabetes gestasional, riwayat kontraksi prematur, pertumbuhan janin terhambat (IUGR), maupun kehamilan kembar dengan risiko tinggi.
Pada situasi tersebut, puasa dapat meningkatkan risiko dehidrasi, hipoglikemia, hingga kontraksi. Kondisi ini tentu dapat membahayakan ibu maupun janin.
Karena itu, mengenali kondisi tubuh sendiri menjadi langkah awal sebelum memutuskan berpuasa.
Apakah Puasa Berpengaruh pada Janin?
Kekhawatiran terbesar biasanya tertuju pada janin. Apakah puasa akan memengaruhi berat lahir atau pertumbuhannya?
Baca tanpa iklan