Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Ini 6 Cara Menahan Amarah agar Tetap Tenang dan Fokus Sepanjang Hari

Cara menahan amarah saat puasa bisa dimulai dari teknik napas 5 menit, bergerak aktif, serta hidrasi yang cukup. Ini cara lengkapnya!

Editor: Content Writer
zoom-in Ini 6 Cara Menahan Amarah agar Tetap Tenang dan Fokus Sepanjang Hari
Istimewa
ILUSTRASI MENAHAN AMARAH - Salah satu tantangan saat puasa adalah ketika emosi naik karena hal-hal sepele. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk meredakan rasa marah dan membuat emosi kembali stabil. 

TRIBUNNEWS.COM - Ramadan merupakan momen yang identik dengan refleksi diri. Menahan diri bukan hanya soal lapar dan haus, tetapi juga soal mengelola emosi agar tidak mudah meledak.

Salah satu tantangan saat puasa adalah ketika emosi naik karena hal-hal sepele. Kondisi tubuh yang lelah atau kurang cairan juga bisa membuat suasana hati lebih sensitif. Di sinilah Teman Adem Ramadan mengingatkan pentingnya menjaga perkataan tetap baik dan hati tetap adem. Karena itu, memahami cara menahan amarah menjadi keterampilan penting agar Anda tetap tenang dalam berbagai situasi.

Baca juga: Kemitraan Strategis AQUA & DMI, 20 Khadimatul Masjid Berkesempatan untuk Ibadah Umrah

Cara Menahan Amarah yang Mudah dan Efektif saat Puasa

Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk meredakan rasa marah dan membuat emosi kembali stabil.

1. Latihan Tarik Napas

Salah satu cara menahan amarah yang efektif adalah dengan mengatur napas. Coba tarik napas dalam melalui hidung, lalu tambahkan satu tarikan pendek lagi, kemudian embuskan perlahan lewat mulut. Teknik ini dikenal sebagai cyclic sighing.

Sebuah penelitian berjudul Brief Structured Respiration Practices Enhance Mood and Reduce Physiological Arousal (2023) menyebutkan bahwa latihan napas cyclic sighing selama 5 menit setiap hari berpotensi sebagai metode latihan manajemen stres yang efektif.

Latihan singkat ini terbukti membantu menurunkan stres dan memperbaiki suasana hati. Saat suasana hati lebih stabil, amarah pun lebih mudah dikendalikan.

2. Jaga Hidrasi Tubuh

Emosi cenderung lebih mudah naik ketika tubuh lelah dan kurang cairan. Dehidrasi dapat meningkatkan hormon kortisol yang berkaitan dengan stres dan perubahan suasana hati. Karena itu, menjaga hidrasi penting agar kondisi fisik dan mental tetap seimbang.

Rekomendasi Untuk Anda

Memastikan asupan cairan cukup dengan air minum berkualitas seperti AQUA dapat membantu tubuh tetap segar dan adem. Anda bisa mengonsumsi air mineral dengan pola minum 2-4-2 (2 gelas saat sahur, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat berbuka).

Saat tubuh terhidrasi dengan baik, Anda pun cenderung lebih fokus, tenang, dan tidak mudah tersulut emosi.

3. Berhenti Sejenak Sebelum Merespons

Ketika emosi memuncak, hindari kebiasaan langsung berbicara untuk menanggapinya. Sebaiknya diam beberapa detik untuk berpikir. Jeda singkat ini dapat mencegah ucapan tidak baik yang bisa disesali di kemudian hari.

4. Menjauh Sementara dari Situasi Pemicu

Jika berada di situasi yang terasa terlalu panas, ambil waktu sejenak untuk menenangkan diri. Keluar ruangan atau berjalan santai bisa membantu menurunkan intensitas emosi sebelum kembali berdiskusi.

5. Gerakkan Tubuh Secara Aktif

Rutin melakukan aktivitas fisik juga termasuk cara menahan amarah yang efektif. Saat bergerak, tubuh melepaskan endorfin yang dapat membantu memperbaiki suasana hati dan meredakan tegangan.

Energi negatif yang menumpuk pun dapat tersalurkan dengan lebih sehat. Namun, perhatikan juga durasi saat beraktivitas fisik. Waktu olahraga yang ideal saat puasa adalah 30–60 menit sebelum berbuka agar Anda bisa segera mengganti cairan dan energi saat berbuka.

6. Sampaikan Perasaan dengan Tenang

Amarah sering kali muncul karena perasaan yang dipendam terlalu lama. Karena itu, ungkapkan apa yang Anda rasakan dengan jelas dan jujur tanpa menyerang siapa pun.

Gunakan perkataan yang berfokus pada perasaan diri sendiri agar komunikasi tetap sehat dan tidak memperbesar konflik. Cara ini juga bisa membantu orang lain untuk memahami sudut pandang Anda.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas