Kemenkes Pastikan Vaksin Campak-Rubella Aman Digunakan: Sudah Standar BPOM dan Diuji Ilmiah
Pemerintah memastikan vaksin campak dan rubella (MR) yang digunakan dalam program imunisasi nasional aman dan sudah teruji ilmiah.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Vaksin campak dan rubella (MR) yang digunakan dalam program imunisasi nasional dipastikan aman.
- Kemenkes menyebut vaksin sudah teruji ilmiah oleh BPOM.
- aksin yang sama juga telah digunakan di beberapa negara lain.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan vaksin campak dan rubella (MR) yang digunakan dalam program imunisasi nasional aman dan sudah teruji ilmiah.
Kepastian ini disampaikan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalusia untuk menekan kekhawatiran masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi.
Baca juga: Respons Kemenkes soal Selebgram Ruce Nuenda yang Tetap Keluar Rumah Meski Terkena Campak
“Vaksin ini sudah mendapatkan izin edukasi dari Badan POM, sudah dievaluasi terkait dengan kesehatan dan keamanannya,” kata Lucia dalam kegiatan via daring di Jakarta, Jumat (7/3/2026).
Ia mengatakan, vaksin yang sama juga telah digunakan di beberapa negara termasuk di India, Meksiko, dan Filipina.
“Semua juga sudah dievaluasi secara ketat,” tegas dia.
Saat ini pihaknya tengah mendorong pelaksanaan imunisasi, khususnya melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) di daerah dengan kasus campak tinggi.
Berdasarkan data per Maret 2026, stok vaksin MR di tingkat pusat mencapai sekitar 9,5 juta dosis.
Stok Aman
Sementara itu, di daerah telah tersedia sekitar 6,6 juta dosis yang telah didistribusikan ke tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga puskesmas.
“Untuk memastikan ketersediaan vaksin tetap terjaga, Kementerian Kesehatan melakukan pemantauan melalui Sistem Monitoring Inventory Logistik Elektronik (SMILE). Sistem ini memungkinkan pemantauan stok vaksin secara real time di seluruh fasilitas kesehatan,” ujar dia.
Baca juga: Influencer Ruce Nuenda Dikritik usai Keluyuran saat Sakit Campak, Kini Berujung Minta Maaf
Lucia juga menegaskan, vaksin hanya mengandung komponen biologis atau sintetis yang berfungsi merangsang sistem kekebalan tubuh agar dapat mengenali dan melawan penyakit.
“Seluruh kandungan vaksin telah melalui evaluasi ketat oleh badan regulator seperti BPOM serta lembaga kesehatan dunia,”jelas dia.
Baca tanpa iklan