Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

98 Persen Pasien Gagal Ginjal Langsung Hemodialisis, Edukasi CAPD Minim

Hampir 98 persen pasien gagal ginjal di Indonesia langsung masuk ke hemodialisis, sementara pilihan terapi lain tak dijelaskan secara utuh ke pasien.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 98 Persen Pasien Gagal Ginjal Langsung Hemodialisis, Edukasi CAPD Minim
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
EDUKASI PASIEN GAGAL GINJAL - Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), Tony Richard Samosir. Hampir 98 persen pasien gagal ginjal di Indonesia langsung masuk ke hemodialisis (HD), sementara pilihan terapi lain sering tidak dijelaskan secara utuh kepada pasien. 

“Saya pikir memang hanya itu satu-satunya cara untuk bertahan hidup. Kenapa tidak dari dulu saya tahu?” ujarnya.

Semangat pasien seperti Rudi ini menjadi relevan dalam momentum World Kidney Day 2026 dengan tema “Kidney Health for All: Caring for People, Protecting the Planet” .

Tema tersebut juga menekankan pentingnya layanan kesehatan yang berkelanjutan, termasuk penguatan perawatan berbasis rumah (home-based care) dan efisiensi kunjungan ke fasilitas kesehatan agar mengurangi beban mobilitas pasien serta antrean di rumah sakit.

Manfaat CAPD

CAPD menawarkan pendekatan berbeda. Pasien memasukkan cairan dialisat atau pembersih
darah melalui kateter di perut, mendiamkannya beberapa jam, lalu menggantinya 3-4 kali sehari secara mandiri di rumah.

Terapi ini memungkinkan pasien tetap bekerja dan mengatur aktivitasnya lebih fleksibel.nCAPD telah diatur dalam Permenkes Nomor 3 Tahun 2023 sebagai tarif non INA-CBG sebesar Rp8 juta per bulan, mencakup bahan habis pakai, jasa pelayanan medis, dan distribusi logistik. 

Sebagai perbandingan, klaim BPJS untuk HD berkisar Rp820 ribu–Rp1,2 juta per sesi, sehingga dua kali seminggu dapat mencapai Rp6,5–9,6 juta per bulan, belum termasuk biaya transportasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) sering dijuluki silent killer. Gejalanya sering tidak terasa di tahap awal dan baru muncul ketika sudah memasuki stadium lanjut (stadium 4-5).

Pada tahap ini, pasien biasanya membutuhkan dialisis atau transplantasi untuk bertahan hidup. Data menunjukkan sekitar 90 persen pasien tidak menyadari penyakit ginjalnya hingga memasuki stadium lanjut.

Jumlah pasien GGK sendiri telah mencapai 1,5 juta pasien pada 2023 dan diprediksi terus meningkat pada 2025.

Seiring meningkatnya jumlah pasien, beban pembiayaan dialisis yang ditanggung BPJS Kesehatan turut melonjak signifikan dari Rp6,5 triliun pada 2019 menjadi Rp11 triliun pada 2024.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas