Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Tren Kasus Campak Naik, Waspada Risiko Komplikasi pada Anak

Hingga minggu ketujuh 2026, tercatat 8.224 kasus suspek, 572 kasus terkonfirmasi, serta 4 kematian.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
zoom-in Tren Kasus Campak Naik, Waspada Risiko Komplikasi pada Anak
SURYA/SURYA/PUR
Bidan Desa Yudha Purwanidyah (kanan) menyuntikan vaksin kepada balita saat imunisasi di Posyandu Balai Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (2/2/2023). Imunisasi tersebut dilakukan sebagai antisipasi untuk meminimalisir anak dari dampak terpapar campak. Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengimbau para orang tua untuk segera membawa putra-putrinya melakukan imunisasi terutama untuk imunisasi campak. Baik melalui posyandu, puskesmas atau bisa dilakukan di sekolah dasar (SD) secara gratis. SURYA/PURWANTO 

 

Ringkasan Berita:
  • Kasus campak di Indonesia meningkat pada 2025 hingga awal 2026 dengan puluhan ribu kasus dan puluhan kematian 
  • Penyakit ini sangat menular dan berisiko komplikasi serius pada anak
  • Gejala awal mirip flu. Pencegahan paling efektif melalui imunisasi dan deteksi dini untuk menekan penyebaran.
 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus campak di Indonesia menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2025 hingga awal 2026. 

Data Kementerian Kesehatan mencatat puluhan ribu kasus suspek dengan ribuan di antaranya terkonfirmasi laboratorium.

Sepanjang 2025, terdapat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi dan 69 kematian. Sementara hingga minggu ketujuh 2026, tercatat 8.224 kasus suspek, 572 kasus terkonfirmasi, serta 4 kematian.

Selain itu, terjadi 21 kejadian luar biasa (KLB) yang tersebar di 17 kabupaten/kota di 11 provinsi.

Baca juga: Lonjakan Aktivitas Lebaran Tingkatkan Risiko Campak, Ini Cara Cegahnya

Peningkatan ini menegaskan bahwa campak masih menjadi ancaman serius, terutama bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Dokter spesialis anak, dr. Venty, Sp.A, CIMI, mengatakan, campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular melalui droplet saat penderita batuk atau bersin. 

Virus dapat bertahan di udara maupun permukaan benda dalam waktu tertentu, sehingga memperbesar risiko penularan.

"Setelah masa inkubasi 10–12 hari, gejala awal biasanya menyerupai flu, seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah," katanya, Rabu (18/3/2026).

Dikatakannya, ciri khas penyakit ini adalah munculnya bercak Koplik di dalam mulut, diikuti ruam yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh.

Dokter spesialis anak, dr. Venty, Sp.A, CIMI, mengatakan campak tidak boleh dianggap remeh karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

“Komplikasi dapat berupa pneumonia, diare berat, hingga peradangan otak (ensefalitis),” ujarnya.

Hingga kini belum tersedia terapi antivirus spesifik untuk campak.

Penanganan dilakukan secara suportif, seperti memastikan istirahat cukup, asupan nutrisi, cairan, serta pemberian vitamin A untuk menurunkan risiko komplikasi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas