Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Lonjakan Sampah Makanan saat Lebaran, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Lingkungan

Tradisi menyajikan makanan berlimpah saat Idulfitri sering memicu pemborosan dan peningkatan sampah makanan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lanny Latifah
zoom-in Lonjakan Sampah Makanan saat Lebaran, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Lingkungan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
LIBURAN LEBARAN - Pengunjung bersantai saat berlibur di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu (22/3/2026). Tradisi menyajikan makanan berlimpah saat Idulfitri sering memicu pemborosan dan peningkatan sampah makanan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Ringkasan Berita:
  • Tradisi menyajikan makanan berlimpah saat Idulfitri sering memicu pemborosan dan peningkatan sampah makanan.
  • Kurangnya perencanaan konsumsi serta kebiasaan “lapar mata” memperparah fenomena food waste di masyarakat.
  • Solusinya adalah mengatur porsi makanan, memilah sampah, dan mengolah limbah makanan agar lebih bermanfaat.

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah hangatnya tradisi silaturahmi dan berbagi hidangan saat Idul Fitri, terdapat persoalan yang kerap luput dari perhatian, yaitu lonjakan sampah makanan.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Meti Ekayani, menilai fenomena ini sebagai cerminan paradoks dalam budaya konsumsi masyarakat.

Niat untuk memuliakan tamu dengan menyediakan hidangan berlimpah justru sering berujung pada pemborosan makanan.

"Kalau ditanya penyebabnya, sebenarnya ada dua hal, budaya konsumsi masyarakat dan sistem pengelolaan sampah yang belum efektif," ujarnya. 

Ia menjelaskan, dalam budaya masyarakat Indonesia yang juga banyak dijumpai di negara Asia dan Timur Tengah menyediakan makanan berlimpah kerap dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada tamu.

Akibatnya, banyak rumah tangga menyiapkan hidangan jauh melebihi kebutuhan

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita cenderung tidak mau dianggap tidak sopan kalau makanan kurang. Jadi lebih baik dilebihkan. Padahal sering kali akhirnya tidak habis," jelasnya.

Kondisi ini semakin diperparah oleh minimnya perencanaan konsumsi di tingkat rumah tangga.

Banyak keluarga memasak atau membeli makanan tanpa memperhitungkan jumlah anggota keluarga yang benar-benar akan makan di rumah.

Fenomena tersebut menjadi semakin terlihat selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Saat berbuka puasa, masyarakat kerap membeli berbagai jenis makanan karena “lapar mata”.

Namun ketika waktunya makan, tidak semua makanan tersebut benar-benar dikonsumsi.

Baca juga: 6 Tips Efektif Mencegah Lonjakan Kolesterol dan Gula setelah Lebaran

"Sering kali kita merasa semua makanan terlihat enak saat membeli. Tapi ketika waktunya makan, ternyata tidak habis," katanya.

Selain itu, perubahan aktivitas selama Ramadan juga turut memicu pemborosan makanan.

Tidak jarang anggota keluarga memiliki agenda berbuka puasa di luar, sementara makanan sudah terlanjur disiapkan di rumah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas