Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Tak Hanya Perokok: Ancaman Kanker Paru-Paru Kini Mengintai Semua Orang

Hingga 20% kasus kanker paru-paru terjadi pada non-perokok, dengan sekitar 40.000 kasus per tahun di AS.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Tak Hanya Perokok: Ancaman Kanker Paru-Paru Kini Mengintai Semua Orang
Pexels
KESEHATAN - Foto ilustrasi pasien berbaring di ranjang rumah sakit, diunduh dari situs bebas royalti Pexels. Hingga 20% kasus kanker paru-paru terjadi pada non-perokok, dengan sekitar 40.000 kasus per tahun di AS. 

Ringkasan Berita:
  • Hingga 20 persen kasus kanker paru-paru terjadi pada non-perokok, dengan sekitar 40.000 kasus per tahun di AS.
  • Penyebab utama selain rokok meliputi polusi udara (PM2.5) dan paparan radon di dalam rumah.
  • Deteksi dini dan pencegahan seperti cek kesehatan, menghindari polusi, serta tes radon sangat penting untuk mengurangi risiko.

TRIBUNNEWS.COM - Lebih banyak warga Amerika meninggal akibat kanker paru-paru setiap tahun dibandingkan gabungan kanker payudara, prostat, dan usus besar, menurut American Cancer Society.

Namun, masih ada anggapan keliru bahwa hanya perokok yang berisiko. Para peneliti memperingatkan bahwa asumsi ini justru membahayakan jutaan orang.

Apa yang terjadi?

Mengutip The Cool Down (TCD), Dr. Jun Zhang, Ph.D., Wakil Presiden Riset Onkologi di OSF HealthCare Cancer Institute, menjelaskan bahwa hingga 20% pasien kanker paru-paru tidak pernah merokok. Artinya, sekitar 40.000 warga Amerika non-perokok didiagnosis salah satu kanker paling mematikan ini setiap tahun.

“Kanker paru-paru umumnya disebut sebagai ‘penyakit perokok’. Namun kini, kami melihat semakin banyak pasien tanpa riwayat merokok,” ujar Dr. Zhang.

Anggapan ini bisa berakibat fatal. Diagnosis dini dapat meningkatkan peluang hidup secara signifikan, tetapi non-perokok sering kali tidak menjalani skrining hingga penyakit sudah memasuki tahap lanjut.

“Gejala awal bisa berupa batuk dan sesak napas, tetapi sering diabaikan karena mereka tidak merokok dan merasa tidak perlu diperiksa,” jelasnya.

Baca juga: Banyak yang Belum Tahu, Deteksi Dini Kanker Paru Bisa di RS Tipe C Lewat Puskesmas

Mengapa ini terjadi?

Rekomendasi Untuk Anda

Beberapa faktor masih diteliti. Dr. Zhang menyebut perempuan keturunan Asia yang tidak merokok tampaknya memiliki risiko lebih tinggi. Peneliti dari University of California San Francisco, UC Davis, dan Stanford masih berupaya memahami penyebabnya.

Faktor lain sudah lebih jelas, seperti polusi udara. Partikel halus (PM2.5) diidentifikasi sebagai penyebab utama kanker paru-paru pada populasi non-perokok secara global. Sumbernya bisa alami seperti letusan gunung berapi, tetapi juga banyak berasal dari proses industri dan bahan bakar seperti bensin.

“Jika partikel ini terhirup, tubuh tidak bisa mengeluarkannya,” kata Dr. Zhang. “Jika merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru, maka secara global PM2.5 adalah penyebab kedua.”

Penyebab lain yang kurang dikenal adalah paparan radon.

“Radon dilepaskan dari material radioaktif di dalam tanah dan bisa terakumulasi di dalam rumah, terutama jika ventilasinya buruk,” jelasnya.

Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau, tetapi merupakan penyebab kedua kanker paru-paru di Amerika Serikat setelah merokok.

Apa yang bisa dilakukan?

Batuk berkepanjangan memang tidak selalu berbahaya, tetapi penting untuk memeriksakannya, terutama jika disertai sesak napas. Dr. Zhang menyarankan agar pasien tidak ragu meminta CT scan jika penyebab lain seperti pneumonia, refluks asam, atau masalah jantung telah disingkirkan.

Untuk pencegahan, masyarakat dapat mengurangi paparan polusi dan radon. Menggunakan kendaraan listrik, mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar bensin, berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum dapat membantu mengurangi polusi. Saat kualitas udara buruk, penggunaan masker juga dianjurkan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga menyarankan untuk menguji kadar radon di rumah, karena tidak ada tingkat paparan yang benar-benar aman. Jika kadarnya tinggi, pemilik rumah dapat memasang sistem mitigasi radon dengan bantuan tenaga profesional.

(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas