Tanda Katarak yang Sering Diabaikan
Salah satu alasan katarak sering terlambat ditangani adalah karena prosesnya yang berlangsung perlahan. Bahkan dalam hitungan tahun.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Keluhan mata silau justru menjadi gejala paling umum pada pasien katarak tahap awal
- Katarak terjadi akibat kekeruhan pada lensa mata. Dalam kondisi normal, lensa mata yang jernih akan memfokuskan cahaya tepat ke retina sehingga gambar terlihat tajam
- Salah satu alasan katarak sering terlambat ditangani adalah karena prosesnya yang berlangsung perlahan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang menganggap mata silau saat melihat lampu kendaraan di malam hari sebagai hal biasa.
Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda awal katarak yang sering tidak disadari.
Dokter Spesialis Mata Subspesialis Mata Katarak dan Bedah Refraksi RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Amir Shidik, Sp.M, Subsp. K.B.R menjelaskan, keluhan mata silau justru menjadi gejala paling umum pada pasien katarak tahap awal.
“Pasien-pasien katarak itu walaupun siang atau malam, rasanya silau banget,” ujarnya pada media briefing yang diselenggarakan di Pondok Indah Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).
Bukan Sekadar Buram, Cahaya Jadi Menyebar
Katarak terjadi akibat kekeruhan pada lensa mata. Dalam kondisi normal, lensa mata yang jernih akan memfokuskan cahaya tepat ke retina sehingga gambar terlihat tajam.
Namun saat katarak muncul, cahaya tidak lagi terfokus dengan baik, melainkan menyebar.
Baca juga: Operasi Katarak Gratis di Alor, 248 Warga Ikut Skrining dan Layanan Kemensos
Efeknya, penglihatan menjadi tidak nyaman, terutama saat terpapar cahaya terang.
Kondisi ini yang membuat penderita merasa silau berlebihan, bahkan pada situasi yang sebelumnya tidak bermasalah.
Datangnya Pelan, Sering Tidak Disadari
Salah satu alasan katarak sering terlambat ditangani adalah karena prosesnya yang berlangsung perlahan.
Penurunan kualitas penglihatan tidak terjadi secara drastis, melainkan bertahap dalam hitungan bulan hingga tahun.
“Seringkali pasien itu nggak sadar bahwa dia udah mulai katarak,” jelas dr. Amir.
Akibatnya, banyak orang tetap merasa penglihatannya masih “cukup baik”, padahal sebenarnya sudah mengalami penurunan fungsi.
Seiring waktu, silau yang semakin parah dapat mengganggu aktivitas harian. Banyak pasien mengaku mulai menghindari berkendara di malam hari karena merasa tidak aman.
Bahkan aktivitas sederhana seperti keluar rumah saat hujan atau sore hari pun menjadi tidak nyaman. Hal ini terjadi karena cahaya dari lingkungan sekitar tidak lagi bisa ditoleransi oleh mata.
Baca tanpa iklan