Dari Cat Terkelupas hingga Debu Rumah, Ini Sumber Paparan Timbal dan Cara Mencegahnya
Dokter Spesialis Kesehatan Anak Fahlevi menuturkan sumber paparan timbal bisa berasal dari sekitar lingkungan tinggal
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Muhammad Zulfikar
Untuk itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan batas kandungan timbal dalam cat tidak lebih dari 90 ppm (parts per million), yang telah diadopsi secara luas sebagai standar global.
Di Indonesia, pemerintah telah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8011:2014 yang diperbarui menjadi SNI 8011:2022 untuk mengatur batas kandungan zat berbahaya dalam cat dekoratif.
Meski demikian, penerapannya masih bersifat sukarela sehingga kesadaran masyarakat dan pelaku industri penting.
Untuk mencegah paparan timbal, langkah utama yang dapat dilakukan adalah memilih material bangunan yang aman. Arsitek dan Urban Designer di KIND Architects, Adjie Negara, menekankan pentingnya penggunaan bahan bebas zat berbahaya, baik untuk dinding, lantai, pipa, maupun cat.
Selain itu, perawatan bangunan juga tidak boleh diabaikan. Cat yang mengelupas atau rusak, bisa menjadi sumber paparan timbal jika mengandung logam tersebut.
“Ini tidak bisa dianggap sepele, dapat terdegradasi dan menghasilkan debu yang berpotensi terhirup atau tertelan, terutama oleh anak-anak dan ibu hamil,” jelasnya.
Karena itu, inspeksi dan pemantauan rutin sangat diperlukan. Dengan pemeriksaan berkala, kerusakan bisa dideteksi lebih dini dan segera diperbaiki, misalnya dengan pengecatan ulang menggunakan material yang lebih aman.
Menurutnya, pencegahan paparan timbal bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari praktik profesional di bidang arsitektur dan pembangunan.
Baca tanpa iklan