Berapa Tekanan Darah Ideal? Studi Korea Ungkap Angka yang Selama Ini Diperdebatkan
Hipertensi adalah "pembunuh diam-diam" tanpa gejala yang menjadi faktor risiko utama penyakit jantung dan strok, penyebab kematian nomor satu di dunia
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Hipertensi adalah "pembunuh diam-diam" tanpa gejala yang menjadi faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke — penyebab kematian nomor satu di dunia
- Namun target tekanan darah ideal masih berbeda-beda antar negara.
- Studi terhadap hampir 69.000 pasien lansia Korea menemukan bahwa tekanan darah sistolik antara 120–139 mmHg dikaitkan dengan angka kematian paling rendah, baik dari penyakit kardiovaskular maupun penyebab lainnya.
TRIBUNNEWS.COM - Anda mungkin pernah mendengar bahwa tekanan darah tinggi, atau hipertensi, disebut sebagai "pembunuh diam-diam" — dan itu bukan tanpa alasan.
Mengutip The Healthy, ketika darah yang mengalir dalam tubuh menekan dinding pembuluh darah terlalu keras, kondisi ini dapat mengancam jiwa — namun seringkali tidak menimbulkan gejala apa pun, sehingga Anda tidak menyadari bahaya yang mengintai.
Hipertensi juga merupakan salah satu faktor risiko terbesar penyakit kardiovaskular dan stroke, di mana penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian utama di seluruh dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Meski diam namun mematikan, tekanan darah tinggi sebagian besar dapat dicegah dengan pola makan sehat dan olahraga teratur — dua kebiasaan yang sangat dianjurkan oleh para dokter. Di Amerika Serikat, para dokter merekomendasikan tekanan darah 120/80 sebagai zona aman yang perlu dijaga.
Namun secara global, angka "ideal" tersebut bervariasi, sebagaimana diungkapkan oleh dua peneliti medis Korea dalam sebuah studi terbaru.
Misalnya, pedoman Amerika dan Taiwan merekomendasikan target tekanan darah sistolik — yaitu angka atas dalam pembacaan tekanan darah, yang menunjukkan tekanan saat darah keluar dari jantung — di bawah 130 mmHg.
Sementara itu, pedoman yang dikeluarkan Eropa dan China menyarankan kisaran 130 hingga 139 mmHg dan tidak menganjurkan angka di bawah 130 mmHg.
Baca juga: 7 dari 10 Warga Berisiko Hipertensi hingga Kolesterol Tanpa Mengalami Keluhan
Sebuah studi kohort retrospektif yang diterbitkan dalam JMIR Public Health & Surveillance berupaya mengidentifikasi angka ideal tersebut dengan menganalisis data dari database Layanan Asuransi Kesehatan Nasional (NHIS) Korea.
Para peneliti menggunakan data dari 68.901 pasien Korea berusia di atas 65 tahun yang baru terdiagnosis hipertensi, dengan pemantauan hingga tahun 2020.
Para peneliti membagi peserta berdasarkan rentang tekanan darah sistolik mereka:
| Tekanan Sistolik | Jumlah Peserta |
|---|---|
| Kurang dari 120 mmHg | 5.666 |
| 120–129 mmHg | 17.236 |
| 130–139 mmHg | 25.277 |
| 140–149 mmHg | 14.299 |
| 150–159 mmHg | 4.663 |
| 160 mmHg ke atas | 1.760 |
Selama periode pemantauan, peneliti mencatat jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskular di setiap kelompok:
| Tekanan Sistolik | Kematian Akibat Kardiovaskular |
|---|---|
| Kurang dari 120 mmHg | 437 peserta (7,7 persen) |
| 120–129 mmHg | 984 peserta (5,7 persen) |
| 130–139 mmHg | 1.408 peserta (5,6 persen) |
| 140–149 mmHg | 912 peserta (6,4%) |
| 150–159 mmHg | 364 peserta (7,8%) |
| 160 mmHg ke atas | 168 peserta (9,5%) |
...serta kematian akibat komplikasi kesehatan lainnya:
| Tekanan Sistolik | Kematian Semua Penyebab |
|---|---|
| Kurang dari 120 mmHg | 3.262 peserta (57,6%) |
| 120–129 mmHg | 7.641 peserta (44,3%) |
| 130–139 mmHg | 10.833 peserta (42,9%) |
| 140–149 mmHg | 6.862 peserta (48,0%) |
| 150–159 mmHg | 2.745 peserta (58,9%) |
| 160 mmHg ke atas | 1.245 peserta (70,7%) |
Baca tanpa iklan