Bio Farma Gandeng BPOM Dorong Vaksin Indonesia Mendunia dan Tembus Pasar Global
Status WLA dinilai sebagai tonggak strategis yang dapat mendorong percepatan akses produk kesehatan Indonesia ke pasar internasional
Penulis:
willy Widianto
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Pertemuan tersebut juga jadi momentum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan regulator dan industri dalam memastikan produk vaksin serta biologi Indonesia.
- Dalam forum itu, salah satu isu krusial yang menjadi sorotan adalah penguatan peran BPOM RI sebagai WHO Listed Authority (WLA)
- Status WLA dinilai sebagai tonggak strategis yang dapat mendorong percepatan akses produk kesehatan Indonesia ke pasar internasional.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guna memperkuat ketahanan kesehatan nasional sekaligus menembus pasar global yang semakin kompetitif, Bio Farma mengambil langkah strategis dengan menjalin sinergi lebih erat bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).
Pertemuan tersebut juga jadi momentum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan regulator dan industri dalam memastikan produk vaksin serta biologi Indonesia mampu memenuhi standar internasional sekaligus meningkatkan kepercayaan global.
Dalam forum itu, salah satu isu krusial yang menjadi sorotan adalah penguatan peran BPOM RI sebagai WHO Listed Authority (WLA), sebuah pengakuan dari World Health Organization yang menandakan bahwa sistem regulatori Indonesia telah memenuhi standar global.
Status WLA dinilai sebagai tonggak strategis yang dapat mendorong percepatan akses produk kesehatan Indonesia ke pasar internasional. Tak hanya itu, pengakuan ini juga menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan dunia terhadap kualitas, keamanan, dan efektivitas vaksin serta produk biologi nasional.
Dalam audiensi tersebut, Bio Farma dan BPOM RI membahas berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan kolaborasi dalam pengembangan dan pengawasan produk, harmonisasi proses registrasi dan sertifikasi, hingga penjajakan peluang kerja sama yang dapat memperkuat daya saing industri life science Indonesia di kancah global.
Baca juga: BPOM RI Umumkan Vaksin Campak Produksi Bio Farma Kini Bisa Digunakan untuk Dewasa
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menyampaikan bahwa pencapaian BPOM RI sebagai WLA menjadi modal besar bagi industri nasional untuk melangkah lebih jauh di pasar internasional. Menurutnya, sinergi antara industri dan regulator merupakan kunci dalam memastikan setiap produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga diakui secara global.
Sebagai BUMN sektor life science yang menjadi bagian dari ekosistem Danantara, Bio Farma terus memperkuat perannya dalam mendorong transformasi industri kesehatan nasional. Langkah tersebut diwujudkan melalui peningkatan kapasitas produksi, pengembangan inovasi produk, serta ekspansi kerja sama internasional.
"Di tengah dinamika global yang menunjukkan pergeseran mekanisme pengadaan vaksin ke arah subregional dan bilateral, penguatan sistem regulatori menjadi semakin relevan," ujar Shadiq dalam pernyataannya, Sabtu(2/5/2026).
Status WLA lanjutnya juga diharapkan mampu mempercepat proses registrasi produk Indonesia di negara tujuan ekspor, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi penetrasi pasar global.
Lebih jauh, Bio Farma juga terus mengintensifkan diplomasi kesehatan melalui pengembangan kemitraan strategis dengan berbagai negara di kawasan ASEAN, Afrika, Timur Tengah, hingga Asia Selatan. Upaya ini tidak hanya berfokus pada ekspansi bisnis, tetapi juga mencakup transfer teknologi dan penguatan kapasitas sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung ketahanan vaksin global.
"Melalui kolaborasi yang semakin solid antara regulator, industri, dan pemangku kepentingan, Bio Farma optimistis produk vaksin dan biologi Indonesia akan semakin kompetitif, terpercaya, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi masyarakat nasional maupun komunitas global," kata Shadiq.
Baca tanpa iklan