Merasa Sehat Bukan Jaminan, Ini Pentingnya Pap Smear dan Vaksinasi untuk Antisipasi Kanker Serviks
Banyak kondisi kesehatan perempuan yang berkembang tanpa gejala pada tahap awal, termasuk kanker serviks yang berkaitan erat dengan HPV.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Kesadaran perempuan Indonesia untuk deteksi dini kesehatan meningkat melalui vaksin HPV, pap smear, dan medical check-up rutin, meski masih banyak yang merasa tidak perlu saat tanpa gejala
- Padahal, kanker serviks akibat HPV sering berkembang tanpa tanda awal dan sebenarnya bisa dicegah melalui vaksinasi serta skrining rutin
- Dokter menegaskan deteksi dini penting untuk kesehatan menyeluruh dan menjadi investasi jangka panjang bagi perempuan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kesadaran perempuan Indonesia dalam mengambil langkah lebih awal untuk menjaga kesehatannya semakin meningkat, mulai dari vaksin HPV, pap smear, hingga medical check-up rutin.
Namun, masih banyak yang bertanya, “Tapi kalau merasa sehat, apakah deteksi dini masih penting?”
Faktanya, banyak kondisi kesehatan perempuan yang berkembang tanpa gejala pada tahap awal, termasuk kanker serviks yang berkaitan erat dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV).
Meskipun begitu, sebagian besar kasus kanker serviks sebenarnya bisa dicegah melalui langkah preventif.
Baca juga: Perempuan Kini Bisa Skrining Kanker Serviks Mandiri Lewat CKG
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan, sebagian besar kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksinasi dan skrining rutin.
"Tantangannya adalah banyak perempuan datang sudah dalam kondisi lanjut karena sebelumnya tidak melakukan pemeriksaan,” ujar Siti di Jakarta belum lama ini.
Dikatakannya, meskipun tren kesadaran perempuan terhadap vaksin HPV meningkat, masih banyak yang ragu karena merasa belum membutuhkan.
"Padahal, risiko infeksi HPV sering tidak disadari karena tidak selalu menimbulkan gejala," kata Siti.
dr. Rudi Simanjuntak, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Bethsaida Hospital Gading Serpong mengatakan, HPV bisa terpapar tanpa disadari selama bertahun-tahun, sehingga menunggu keluhan muncul bukan strategi yang tepat.
"Vaksinasi membantu melindungi dari tipe virus berisiko tinggi, sementara skrining seperti pap smear atau HPV DNA test bisa mendeteksi perubahan sel sejak tahap awal,” katanya.
Dalam konteks pencegahan, kata dia saat tidak ada keluhan itulah waktu terbaik untuk melakukan pencegahan.
"Deteksi dini tidak hanya berkaitan dengan kanker serviks, tetapi juga kesehatan perempuan secara menyeluruh, supaya berbagai kondisi bisa diidentifikasi lebih awal melalui pemeriksaan rutin, mulai dari gangguan hormonal, masalah reproduksi, hingga risiko penyakit kronis, sekaligus membantu menentukan langkah pencegahan yang tepat," katanya.
Rudi menambahkan, sama seperti menjaga pola makan, olahraga, atau perawatan kulit, menjaga kesehatan reproduksi juga menjadi investasi jangka panjang. Semakin dini dilakukan, semakin besar manfaat yang bisa diperoleh.
"Bagi yang masih ragu, langkah pertama bisa dimulai dengan konsultasi dokter untuk mengetahui kebutuhan vaksinasi dan skrining yang sesuai, tanpa harus menunggu usia tertentu atau munculnya keluhan," katanya.
Rudi menegaskan, deteksi dini bukan lagi sekadar pilihan tambahan, tetapi investasi kesehatan jangka panjang bagi perempuan.
"Vaksin HPV dan skrining rutin membantu mengurangi risiko di masa depan, sekaligus memberi rasa aman untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri," tuturnya.
(Tribunnews.com/ Eko Sutriyanto)
Baca tanpa iklan