Hantavirus Mulai Menyebar, Perlukah Kita Khawatir? Ini Penjelasannya
Hantavirus belakangan ini menyedot perhatian banyak orang, terutama di Indonesia. Perlukah kita khawatir dengan hantavirus?
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Dunia kembali digegerkan dengan munculnya hantavirus yang mewabah di sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik pada Mei 2026.
- Hantavirus bukanlah pemain baru dalam dunia patogen, namun sifatnya yang mematikan membuat para ahli kesehatan selalu waspada.
- Hantavirus lebih sering bersembunyi di tempat-tempat yang jarang terjamah manusia, terbawa oleh urine, kotoran, dan air liur tikus.
TRIBUNNEWS.COM - Belakangan ini, mata dunia kembali tertuju pada sebuah virus baru yang telah menyebar di berbagai negara.
Virus tersebut adalah hantavirus yang mewabah di sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik pada Mei 2026.
Dengan mewabahnya hantavirus, banyak orang bertanya-tanya apakah kita harus khawatir seperti saat Covid-19 lalu?
Seberapa bahayanya virus ini dan apakah Indonesia harus waspada?
Hantavirus bukanlah pemain baru dalam dunia patogen, namun sifatnya yang mematikan membuat para ahli kesehatan selalu waspada.
Berbeda dengan Covid-19 yang menyebar cepat lewat udara di ruang publik.
Hantavirus lebih sering bersembunyi di tempat-tempat yang jarang terjamah manusia, terbawa oleh urine, kotoran, dan air liur tikus.
Salah satu tantangan terbesar dalam menangani virus hanta adalah gejalanya yang sulit dibedakan di fase awal.
Pasien biasanya akan merasakan demam tinggi, nyeri otot hebat, hingga kelelahan ekstrem dan sakit kepala.
"Gejala awalnya sangat mirip dengan flu biasa atau bahkan Covid-19, sehingga diagnosis sering kali terlambat," tulis laporan dari The New York Times.
Namun, setelah 4 hingga 10 hari, kondisi pasien bisa memburuk dengan cepat.
Baca juga: Hantavirus yang Menewaskan 11 Orang Sebuah Desa di Argentina Bermula dari Pesta Ulang Tahun
Paru-paru akan mulai terisi cairan, menyebabkan sesak napas yang parah hingga gagal napas.
Selama puluhan tahun, hantavirus diyakini tidak bisa menular dari manusia ke manusia.
Namun, varian Andes yang berasal dari Amerika Selatan telah mematahkan asumsi tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi varian ini dapat menular melalui kontak dekat yang sangat lama dengan orang yang terinfeksi.
Meski demikian, masyarakat tidak perlu panik berlebihan.
Para ahli menekankan penularan antarmanusia pada hantavirus masih dianggap sangat langka dan tidak semudah penyebaran flu atau campak.
Hingga detik ini, belum ada vaksin atau obat khusus untuk mematikan hantavirus.
Pasien yang terinfeksi harus menjalani perawatan intensif untuk mendapatkan bantuan oksigen dan pemantauan fungsi organ.
Tingkat kematian yang bisa mencapai 40 persen pada varian tertentu menjadikannya salah satu penyakit paling mematikan jika tidak ditangani sejak dini.
Pencegahan dan Pengendalian
Mengutip laman WHO, pencegahan infeksi hantavirus terutama bergantung pada pengurangan kontak antara manusia dan hewan pengerat.
Baca juga: BREAKING NEWS: Hantavirus Terdeteksi Muncul di Indonesia, 2 Kasus Suspek di Jakarta & Yogya
Langkah-langkah efektif meliputi:
- Menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja.
- Menutup celah yang memungkinkan hewan pengerat masuk ke dalam bangunan.
- Menyimpan makanan dengan aman.
- Menggunakan praktik pembersihan yang aman di area yang terkontaminasi oleh hewan pengerat.
- Menghindari menyapu kering atau menyedot kotoran tikus dengan penyedot debu.
- Membasahi area yang terkontaminasi sebelum dibersihkan.
- Memperkuat praktik kebersihan tangan.
Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa risiko penularan hantavirus terkait perawatan kesehatan, termasuk virus Andes, sangat rendah jika tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat diterapkan.
Di lingkungan perawatan kesehatan, tindakan pencegahan standar harus diterapkan untuk semua pasien, termasuk kebersihan tangan, pembersihan lingkungan, dan penanganan darah dan cairan tubuh yang aman.
(Tribunnews.com/Whiesa)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.