Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Ramai Kabar Penyebaran Hantavirus, Amankah Liburan Naik Kapal Pesiar? Ini Tips dari Pakar

Muncul kekhawatiran berlibur dengan kapal pesiar usai kabar menyebarnya hantavirus santer jadi sorotan internasional.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ramai Kabar Penyebaran Hantavirus, Amankah Liburan Naik Kapal Pesiar? Ini Tips dari Pakar
cruisemapper
HANTAVIRUS - Tiga penumpang tewas di kapal pesiar Atlantik akibat dugaan hantavirus, WHO selidiki wabah langka di tengah laut. Kini, Muncul kekhawatiran berlibur dengan kapal pesiar usai kabar menyebarnya hantavirus santer jadi sorotan internasional. 

Selain itu, virus hanta juga memiliki masa inkubasi yang cukup panjang.

“Kan bisa sampai 6-8 minggu. Berarti kan lama banget,” katanya.

Karena itu, yang lebih penting justru menjaga kebersihan selama perjalanan.

Tips Penting agar Tetap Aman Saat Liburan

KAPAL PESIAR MEWAH - Tangkap layar situs lurssen.com, pembuat kapal pesiar Nord. Kapal pesiar mewah Rusia Nord berhasil melintasi Selat Hormuz di tengah blokade konflik AS-Iran.
KAPAL PESIAR MEWAH - Tangkap layar situs lurssen.com, pembuat kapal pesiar Nord. Kapal pesiar mewah Rusia Nord berhasil melintasi Selat Hormuz di tengah blokade konflik AS-Iran. (tangkapan layar)

Prof Dominicus mengatakan langkah pencegahan paling efektif sebenarnya sederhana dan sudah sering dilakukan masyarakat sejak pandemi Covid-19.

“Satu. Tetap kuncinya adalah menjaga kebersihan masing-masing. Berilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.

Ia juga menyarankan masyarakat tetap membiasakan cuci tangan dan memakai masker bila berada di kerumunan padat.

“Kalau kita bisa menghindari kerumunan, menggunakan masker, cuci tangan, yang adalah perujudan berilaku hidup bersih dan sehat dalam konteks kumpul-kumpul dengan orang banyak, itu pasti juga protektif,” ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melupakan ancaman penyakit lain yang justru lebih sering terjadi di Indonesia.

“Pencegahan kita terhadap campak, dipteri, tetanus, pertussis misalnya, itu menurut saya tetap lebih penting karena kita lebih banyak kasusnya,” katanya.

Prof Dominicus mengingatkan kewaspadaan penting, tetapi masyarakat tidak perlu hidup dalam ketakutan.

“Ketika kita tetap waspada dengan apa yang terjadi di luar, mari kebakaran di rumah sendiri ini kita padamkan,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas