WHO Ungkap Kronologis Virus Hanta Menyebar di Kapal Pesiar MV Hondius, Asal Virus Diduga Dari Sini
WHO mengungkap awal mula penyebaran virus Hanta atau hantavirus dalam klaster kapal pesiar MV Hondius.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- WHO mengungkap awal mula penyebaran virus Hanta atau hantavirus dalam klaster kapal pesiar MV Hondius.
- Sumber penularan wabah ini diduga bermula dari seorang penumpang pria.
- Sebelumnya penumpang melakukan perjalanan panjang di Amerika Selatan sebelum naik ke kapal pesiar tersebut hingga bergejala hingga akhirnya meninggal dunia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap awal mula penyebaran virus Hanta atau hantavirus dalam klaster kapal pesiar MV Hondius yang kini menjadi perhatian internasional.
Wabah ini diduga bermula dari seorang penumpang pria yang sebelumnya melakukan perjalanan panjang di Amerika Selatan sebelum naik ke kapal pesiar tersebut.
Baca juga: Kondisi WNA di Jakarta usai Teridentifikasi Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus MV Hondius
Dalam laporan WHO tertanggal 8 Mei 2026, kasus pertama disebut naik kapal pada 1 April 2026 setelah lebih dari tiga bulan bepergian di Argentina, Chili dan Uruguay.
Pria dewasa itu kemudian mulai mengalami gejala pada 6 April dan meninggal dunia di atas kapal pada 11 April.
“Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, hipotesis kerja adalah bahwa kasus 1 kemungkinan besar tertular infeksi sebelum naik kapal melalui paparan lingkungan selama aktivitas yang dilakukannya di Argentina,” tulis WHO dilansir dari website resmi, Selasa (12/5/2026).
Meski tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium, pasien pertama tetap dikategorikan sebagai kasus probable atau kemungkinan besar terinfeksi virus Andes.
WHO saat ini masih melakukan investigasi bersama otoritas Argentina dan Chili untuk menelusuri kemungkinan sumber paparan virus tersebut.
Penularan Diduga Terjadi Selama Perjalanan di Kapal
Setelah kasus pertama muncul, penumpang lain mulai mengalami gejala dalam rentang waktu yang berdekatan.
WHO menduga terjadi penularan lanjutan di dalam kapal karena adanya hubungan kontak erat dengan pasien pertama selama perjalanan.
“Bukti saat ini menunjukkan penularan dari manusia ke manusia selanjutnya di atas kapal,” tulis WHO.
Lingkungan kapal pesiar disebut menjadi faktor yang meningkatkan risiko penularan.
WHO menyoroti kondisi ruang tertutup, interaksi intens antarpenghuni kapal serta paparan berkepanjangan selama perjalanan laut.
Baca tanpa iklan