Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Sudah Ada Sejak 1991, Tapi Bukan Tipe Andes

Kemenkes menegaskan hantavirus di Indonesia sudah ditemukan sejak 1991. Namun jenis yang beredar di Tanah Air berbeda dengan Andes Virus .

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Sudah Ada Sejak 1991, Tapi Bukan Tipe Andes
Tribunnews.com/Rina Ayu
HANTAVIRUS - Hantavirus ditularkan oleh hewan pengerat ini menyebabkan gejala seperti flu yang akhirnya menyebabkan paru-paru terisi cairan. Kasus hantavirus biasanya berasal dari paparan langsung terhadap kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Kemenkes menegaskan hantavirus di Indonesia sudah ditemukan sejak 1991. Namun jenis yang beredar di Tanah Air berbeda dengan Andes Virus yang baru-baru ini ditemukan pada kapal pesiar MV Hondius. Jenis hantavirus di Indonesia merupakan tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul virus. 

Gejala HFRS meliputi demam, sakit kepala, nyeri badan, tubuh lemas, hingga ikterik atau kondisi tubuh menguning. 

Masa inkubasi penyakit berkisar satu hingga dua minggu dengan CFR sekitar 5 hingga 15 persen.

Kemenkes mengimbau, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan hantavirus yang berkaitan dengan lingkungan dan hewan pengerat seperti tikus serta celurut.

Masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga etika batuk, serta menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja.

Selain itu, masyarakat harus menghindari kontak langsung dengan tikus, celurut, maupun kotorannya, menyimpan makanan dan minuman dalam wadah tertutup, menutup lubang di dalam maupun luar rumah agar tikus tidak masuk, membersihkan area yang terdapat jejak tikus dengan metode wet cleaning serta menghindari sumber infeksi saat bepergian.

“Jika mengalami gejala penyakit virus hanta, segera periksakan diri ke Fasyankes dan patuhi himbauan kesehatan di negara tujuan saat melakukan perjalanan,” ungkap dia.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas