Virus Hanta di Kapal Pesiar Bikin WHO Keluarkan Peringatan Pada 12 Negara
WHO mengeluarkan peringatan kepada 12 negara setelah wabah virus Hanta di kapal pesiar yang melintasi Atlantik Selatan.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
WHO menilai risiko global masih rendah, namun keterlibatan banyak negara menunjukkan bagaimana penyakit di era perjalanan modern dapat dengan cepat melintasi batas negara.
Bermula dari Gejala Demam dan Gangguan Pernapasan di Kapal
Kapal pesiar tersebut diketahui berangkat dari Ushuaia pada awal April 2026 dan melewati wilayah terpencil seperti Antartika, Georgia Selatan dan sejumlah pulau di Atlantik Selatan.
Awalnya beberapa penumpang mengalami gejala seperti demam, kelelahan dan gangguan pencernaan yang dianggap sebagai penyakit biasa selama perjalanan.
Namun dalam waktu singkat, sebagian pasien mengalami gangguan pernapasan berat.
Tim medis kapal kemudian mulai mengisolasi penumpang yang menunjukkan gejala karena muncul kekhawatiran penyebaran di lingkungan kapal yang tertutup.
“Kecepatan memburuknya kondisi beberapa pasien telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan tim medis,” tulis laporan tersebut.
Para ahli menyebut pola penyakit yang muncul sesuai dengan sindrom paru hantavirus berat yang memang dikenal dapat berkembang cepat dan mengancam nyawa.
Virus Hanta Disebut Menular dari Paparan Hewan Pengerat
Hantavirus merupakan virus yang umumnya menular melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi atau menghirup debu yang mengandung urin, kotoran maupun air liurnya.
Penularan biasanya terjadi di ruang tertutup seperti kabin, tenda, ruang penyimpanan atau rumah pedesaan yang terkontaminasi.
“Infeksi hantavirus biasanya terjadi akibat kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi atau paparan urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang tersebar melalui udara,” tulis laporan tersebut.
Gejala awalnya mirip flu seperti demam, nyeri otot dan tubuh lemas.
Namun pada sebagian pasien, penyakit dapat berkembang menjadi komplikasi pernapasan berat hingga penumpukan cairan di paru-paru.
Hingga saat ini belum ada obat antivirus khusus untuk hantavirus.
Penanganan pasien umumnya dilakukan dengan perawatan suportif di rumah sakit, termasuk pemberian oksigen dan perawatan intensif.
Pelancong Diminta Waspadai Gejala hingga Beberapa Minggu
WHO menilai kasus ini penting bukan hanya karena virusnya, tetapi karena terjadi di kapal pesiar dengan penumpang internasional yang bergerak lintas negara.
Baca tanpa iklan