Ini Alasan Dunia Diminta Siaga dan Tak Anggap Remeh Wabah Ebola Bundibugyo
WHO menetapkan wabah Ebola yang disebabkan virus Bundibugyo di Kongo mejadi kondisi darrat yang perlu perhatian.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Selain masalah kesehatan, wilayah terdampak juga menghadapi konflik, keterbatasan fasilitas kesehatan, hingga krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Karena itu, WHO meminta setiap negara memperkuat kesiapsiagaan sejak dini.
Salah satu fokus utama adalah pengawasan ketat terhadap kasus, pelacakan kontak, hingga pemeriksaan kesehatan di pintu perbatasan internasional.
WHO juga meminta negara-negara memperkuat laboratorium dan sistem deteksi dini.
Hal ini penting karena virus Bundibugyo tidak bisa dideteksi menggunakan platform GeneXpert yang selama ini banyak dipakai dalam pemeriksaan penyakit menular tertentu.
Kontak Pasien Harus Dipantau 21 Hari
WHO meminta seluruh kontak erat pasien dipantau selama 21 hari sejak paparan terakhir.
Jika ada kontak yang mengalami gejala, mereka harus segera diisolasi, diperiksa dan dirawat.
Tak hanya itu, WHO juga meminta negara terdampak membangun pusat isolasi khusus dengan tenaga kesehatan terlatih serta perlindungan alat pelindung diri (APD) yang memadai.
Petugas kesehatan disebut menjadi kelompok paling rentan jika pengendalian infeksi tidak berjalan optimal.
Karena itu, WHO menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan terkait pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan.
*WHO Soroti Risiko Pemakaman dan Mobilitas Warga*
WHO juga memberi perhatian khusus terhadap praktik pemakaman.
Dalam rekomendasinya, WHO meminta proses pemakaman dilakukan aman namun tetap menghormati budaya dan martabat keluarga pasien.
Selain itu, negara terdampak diminta memperketat pemeriksaan di bandara, pelabuhan, dan perbatasan darat.
Pemeriksaan meliputi riwayat paparan, pengecekan suhu tubuh hingga evaluasi mendalam jika ditemukan gejala yang mengarah pada infeksi Bundibugyo.
WHO bahkan meminta kasus terduga dan kontak erat tidak melakukan perjalanan internasional, kecuali untuk evakuasi medis resmi.