Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Lupus Banyak Serang Wanita Muda, Gejala Sepele Sering Terlambat Dideteksi

Lupus banyak menyerang wanita muda, gejala sepele sering diabaikan hingga diagnosis terlambat 6 tahun dan berisiko kerusakan organ tubuh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Lupus Banyak Serang Wanita Muda, Gejala Sepele Sering Terlambat Dideteksi
Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi
GEJALA LUPUS - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR, memberikan penjelasan dalam diskusi media mengenai Systemic Lupus Erythematosus (SLE) di Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026). Lupus merupakan penyakit autoimun kronis yang paling banyak menyerang wanita usia produktif dan sering terlambat terdeteksi. 

Ringkasan Berita:
  • Lupus dominan menyerang wanita usia produktif 15–45 tahun
  • Gejala awal sering disalahartikan sebagai kelelahan biasa
  • Keterlambatan diagnosis bisa mencapai 6 tahun dan berisiko organ rusak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyakit Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau lupus masih menjadi salah satu tantangan besar dalam dunia medis karena sering terlambat dikenali, terutama pada wanita usia produktif.

Banyak kasus baru terdeteksi setelah gejala berkembang lebih jauh dan melibatkan kerusakan organ tubuh.

 
Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang paling banyak menyerang wanita usia 15–45 tahun. Gejala awalnya sering ringan dan menyerupai penyakit umum sehingga sulit dikenali.

Keterlambatan diagnosis dapat mencapai 6 tahun dan meningkatkan risiko kerusakan organ seperti ginjal, jantung, paru-paru, kulit, dan darah. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

 
Gejala Sering Tidak Disadari

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR, menyebut lupus sebagai “penyakit seribu wajah” karena dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh.

“Kalau kita lihat lupus sebagai penyakit seribu wajah, semua bisa terkena mulai dari rambut kita sampai ujung kaki kita," ujar dr. Sandra dalam diskusi Media bertajuk “Dari Beban Menuju Hidup Lebih Baik Melalui Peningkatan Penanganan Systemic Lupus Erythematosus (SLE)” diselenggarakan Atrazeneca di Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).

Baca juga: Studi: Makan Malam Terlalu Larut Risiko Penurunan Fungsi Otak

Rekomendasi Untuk Anda

Gejala yang sering muncul:

  • Kelelahan berkepanjangan
  • Nyeri sendi
  • Rambut rontok
  • Sariawan berulang
  • Ruam atau gangguan kulit
  • Anemia
  • Trombosit menurun
  • Protein urine meningkat (gangguan ginjal awal)
     

Kelompok Risiko Utama: Wanita Muda

Sekitar 90 persen pasien lupus adalah wanita, terutama pada usia 15–45 tahun.

Kelompok ini sering terlambat menyadari penyakit karena gejala awal menyerupai kelelahan atau gangguan ringan akibat aktivitas harian.

 
Diagnosis Kompleks dan Sering Terlambat

Lupus tidak dapat didiagnosis dengan satu tes tunggal seperti diabetes.

“Karena dia berwajah seribu, sehingga kita bisa lihat bahwa keterlambatan diagnosis ini bisa sampai 6 tahun,” kata dr. Sandra.

Diagnosis dilakukan melalui kombinasi:

  • Gejala klinis
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes laboratorium

Peringatan medis: Jika wanita muda mengalami dua atau lebih gejala sekaligus, perlu segera pemeriksaan lanjutan.

 
Risiko Kerusakan Organ dalam 5 Tahun

Dalam lima tahun awal setelah diagnosis, sekitar 50 persen pasien lupus berpotensi mengalami kerusakan organ seperti:

  • Ginjal
  • Jantung
  • Paru-paru
  • Sistem darah
      

Indonesia Masuk Beban Kasus Tinggi

Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 1,4 juta pasien lupus, dengan dominasi perempuan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas