Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mata Melotot dan Wajah Terlihat Selalu Marah? Bisa Jadi Sinyal Penyakit Ini

Awalnya hanya perubahan penampilan mata. Namun seiring waktu, gejalanya dapat semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mata Melotot dan Wajah Terlihat Selalu Marah? Bisa Jadi Sinyal Penyakit Ini
Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi
TIROID MATA - Dokter Spesialis Mata RS Pondok Indah–Puri Indah, dr. Tri Wahyu, Sp.M menjelaskan kondisi thyroid eye disease yang dapat menyebabkan mata tampak melotot, kelopak sulit menutup, hingga penglihatan ganda di Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026). 

Akibat reaksi peradangan yang berlangsung terus-menerus, jaringan lemak dan otot di sekitar bola mata mengalami pembengkakan.

Kondisi inilah yang akhirnya membuat mata tampak semakin menonjol.

“Karena memang pada otot mata ini ada zat atau fibroblast yang dia dapat menerima si antigen dari hormon thyroidnya itu sendiri sehingga lama-lama terjadi reaksi peradangan,” jelasnya.

Selain menyebabkan mata tampak melotot, pembengkakan jaringan juga bisa memengaruhi gerakan mata.

Akibatnya, sebagian pasien mulai mengalami penglihatan ganda atau dobel.

Masalahnya, gejala hipertiroid sering samar. Banyak orang tidak menghubungkan keluhan sehari-hari dengan gangguan hormon.

Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:

  • tangan sering gemetar,
  • mudah berkeringat,
  • berat badan sulit naik,
  • sering merasa panas,
  • lebih sering buang air besar,
  • jantung berdebar,
  • mudah gelisah.
Rekomendasi Untuk Anda

Karena tidak spesifik, kondisi ini sering baru terdeteksi ketika perubahan pada mata mulai terlihat jelas.

Perempuan Usia di Atas 40 Tahun Lebih Berisiko

Menurut dr. Tri, thyroid eye disease lebih banyak ditemukan pada perempuan. Risikonya meningkat pada usia di atas 40 tahun.

Data yang dipaparkan menunjukkan sekitar 50 persen pasien penyakit tiroid dapat mengalami gangguan mata. Sementara mayoritas kasus berkaitan dengan kondisi hipertiroid.

“Perempuan memang lebih 5 kali lebih berisiko,” jelas dr. Tri.

Selain faktor genetik, stres dan kebiasaan merokok juga dapat memperburuk kondisi. Baik perokok aktif maupun pasif disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami perburukan gejala.

Tidak Hanya Mengganggu Mata, Tapi Juga Kualitas Hidup

Perubahan bentuk mata ternyata tidak hanya berdampak fisik. Menurut dr. Tri, banyak pasien mengalami perubahan psikologis karena penampilan yang berubah. 

Sebagian menjadi tidak percaya diri. Ada yang mulai menarik diri dari lingkungan sosial.

Bahkan beberapa pasien disebut memilih berhenti bekerja karena merasa tidak nyaman dengan perubahan wajahnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas