Mata Melotot dan Wajah Terlihat Selalu Marah? Bisa Jadi Sinyal Penyakit Ini
Awalnya hanya perubahan penampilan mata. Namun seiring waktu, gejalanya dapat semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Mata tampak makin menonjol atau melotot bukan sekadar faktor penuaan atau kelelahan, bisa menjadi gejala awal dari thyroid eye disease atau gangguan mata akibat penyakit tiroid.
- Penyakit ini dipicu oleh proses autoimun yang membengkakkan jaringan otot mata.
- Masalah kesehatan ini, 5 kali lebih berisiko menyerang perempuan di atas usia 40 tahun, serta diperburuk oleh stres dan rokok.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang baru menyadari ada masalah kesehatan ketika bentuk matanya mulai berubah.
Awalnya mungkin hanya merasa mata terlihat lebih besar dari biasanya.
Lalu muncul komentar dari sekitar bahwa wajah tampak seperti sedang marah, mata terlihat menonjol, atau sulit memejamkan mata dengan sempurna.
Tak sedikit yang menganggap perubahan tersebut hanya faktor kelelahan, penuaan, atau perubahan bentuk wajah.
Baca juga: Mata Anak Mudah Iritasi? Kenali Epiblepharon, Kelainan Mata yang Intai Anak Obesitas
Padahal, mata yang tampak makin menonjol atau melotot bisa menjadi tanda gangguan hormon tiroid yang menyerang area mata.
Dokter Spesialis Mata RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Tri Wahyu, Sp.M mengatakan, salah satu kondisi yang cukup sering ditemukan adalah thyroid eye disease atau gangguan mata akibat penyakit tiroid.
Menariknya, banyak pasien justru mengetahui dirinya memiliki masalah tiroid setelah datang ke dokter mata.
Mata Melotot Bisa Jadi Gejala Pertama yang Disadari
Menurut dr. Tri, keluhan pada penderita thyroid eye disease sering kali muncul perlahan.
Awalnya hanya perubahan penampilan mata. Namun seiring waktu, gejalanya dapat semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pasien biasanya datang dengan keluhan:
- mata tampak semakin menonjol,
- mata terasa sulit menutup sempurna,
- penglihatan mulai dobel,
- kelopak mata terasa tertarik,
- wajah terlihat berbeda dari sebelumnya.
“Pasien-pasien datangnya justru ke dokter mata dulu. Duh dok kok mata saya makin lama kayak makin melotot. Saya dikatakan teman-teman saya kayak marah terus karena melotot terus,” ujar dr. Tri dalam diskusi di Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).
Karena perubahan terjadi perlahan, banyak orang tidak langsung menyadari bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan penyakit sistemik.
Bukan Cuma Hormon, Ada Peran Autoimun
Thyroid eye disease bukan sekadar masalah hormon berlebih. Menurut dr. Tri, ada proses autoimun yang ikut berperan.
Pada kondisi ini, sistem imun menyerang kelenjar tiroid sehingga produksi hormon menjadi berlebihan. Gangguan tersebut kemudian berdampak pada jaringan sekitar mata.