Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Tak Selalu Bermanfaat, Ini 5 Suplemen yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Sembarangan

Para ahli menilai banyak suplemen, seperti detoks, vitamin C, multivitamin, probiotik, dan fat burner, mungkin tidak diperlukan bagi orang sehat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Tak Selalu Bermanfaat, Ini 5 Suplemen yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Sembarangan
Pexels
KESEHATAN - Ilustrasi obat-obatan diambil dari situs bebas royalti Pexels. Para ahli menilai banyak suplemen, seperti detoks, vitamin C, multivitamin, probiotik, dan fat burner, mungkin tidak diperlukan bagi orang sehat. 

3. Multivitamin

Dr. Austin Lake baru-baru ini memperingatkan masyarakat mengenai penggunaan multivitamin yang sangat populer.

Meski terlihat sebagai cara praktis untuk mendapatkan berbagai nutrisi penting sekaligus, ia menilai multivitamin tidak selalu memberikan manfaat yang signifikan. Menurutnya, produk ini berpotensi menjadi pemborosan uang karena tingkat penyerapan (bioavailabilitas) yang rendah serta adanya berbagai bahan tambahan buatan.

Dr. Lake menganjurkan agar kebutuhan nutrisi lebih diutamakan dari pola makan yang seimbang daripada mengandalkan multivitamin yang dipasarkan secara luas.

4. Probiotik

Mengenai probiotik, Dr. Lake mengatakan bahwa produk ini sering kali menjadi pemborosan karena banyak orang membeli jenis atau jumlah probiotik yang tidak sesuai kebutuhan.

Ia menyarankan agar konsumen memastikan jumlah probiotik yang dikonsumsi cukup, biasanya berkisar antara 10 miliar hingga 100 miliar CFU (colony-forming units), tergantung kondisi kesehatan masing-masing.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, ia menekankan pentingnya mendapatkan kultur hidup alami dari makanan fermentasi seperti kefir, sauerkraut, kimchi, dan kombucha.

5. Suplemen "Pembakar Lemak" (Fat Burner)

Suplemen penurun berat badan yang dipasarkan sebagai "fat burner" masih menjadi salah satu produk yang paling agresif dipromosikan dalam industri suplemen.

Para ahli memperingatkan bahwa banyak produk ini lebih mengandalkan campuran stimulan dan klaim pemasaran yang berlebihan daripada bukti ilmiah yang kuat.

Banyak di antaranya mengandung turunan kafein, stimulan herbal, atau senyawa eksperimental dengan jumlah yang tidak diungkapkan secara jelas dan belum disetujui oleh FDA untuk tujuan penurunan berat badan.

Kurangnya transparansi ini dapat meningkatkan risiko efek samping seperti jantung berdebar, kecemasan, tekanan darah tinggi, dan gangguan tidur.

Para profesional kesehatan menegaskan bahwa suplemen yang menjanjikan penurunan berat badan cepat dengan usaha minimal patut dicurigai, terutama jika kandungan dan dosis bahan-bahannya tidak dijelaskan secara terbuka.

(*)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas