Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Mafia Obat Incar Anak Muda, BPOM Sebut Efeknya Bisa Sampai Gangguan Jiwa

Mafia obat incar remaja karena potensi keuntungannya yang sangat menggiurkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mafia Obat Incar Anak Muda, BPOM Sebut Efeknya Bisa Sampai Gangguan Jiwa
Tribunnews.com/M Alivio Mubarak Junior
MAFIA OBAT - Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan masalah ketergantungan obat merupakan isu yang sangat sensitif dan harus diperangi bersama. Hal ini disampaikannya saat memberikan arahan di hadapan para siswa dan siswi di SMAN 70 Jakarta, Kamis (11/6/2026). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

Ringkasan Berita:
  • Mafia obat incar remaja karena potensi keuntungannya yang sangat menggiurkan.
  • Fenomena ini berpotensi merusak kesehatan, psikologis, hingga menghancurkan masa depan bangsa.
  • Ketergantungan obat sangat membahayakan bagi kesehatan.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) di kalangan remaja masih menjadi ancaman serius yang nyata. 

Jika dibiarkan, fenomena ini berpotensi merusak kesehatan, psikologis, hingga menghancurkan masa depan bangsa.

Baca juga: Siasat Pengedar Obat Keras di Bekasi, Sembunyikan Tramadol dalam Dalam Bantal Saat Digerebek Polisi

Merespons ancaman tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bergerak cepat melakukan edukasi langsung ke sekolah-sekolah demi membentengi generasi muda.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan masalah ketergantungan obat merupakan isu yang sangat sensitif dan harus diperangi bersama. 

Rekomendasi Untuk Anda

Hal ini disampaikannya saat memberikan arahan di hadapan para siswa dan siswi di SMAN 70 Jakarta, Kamis (11/6/2026).

"Ketergantungan obat. Itu yang paling sensitif. Ketergantungan obat apa? Obat-obat terlarang dan obat-obat tertentu," ujar Taruna Ikrar di hadapan para siswa.

Beda Obat Terlarang dan Obat-Obat Tertentu (OOT)

Dalam pemaparannya, Taruna menjelaskan perbedaan mendasar antara obat terlarang (narkotika) dengan Obat-Obat Tertentu (OOT). 

Obat terlarang seperti ganja, morfin, dan turunannya, memiliki sanksi hukum yang sangat berat karena dampak kerusakannya yang masif.

"Obat-obat terlarang itu hukumannya bisa sampai hukuman mati. Kenapa? Karena obat-obat terlarang ini bisa menyebabkan bukan hanya kematian satu-dua orang, tapi kematian suatu negara," tegasnya.

Sementara itu, OOT sebenarnya merupakan obat-obatan legal yang diperbolehkan dalam dunia medis, namun penggunaannya dibatasi hanya untuk tujuan terapi tertentu dan wajib di bawah pengawasan.

"Misalnya, Tramadol itu untuk mengobati sakit (nyeri). Triheksilfenidil itu untuk mengobati apa yang disebut kelelahan. Kemudian berbagai macam turunannya hingga terakhir yang saya sahkan yaitu Ketamin, dan dalam waktu dekat gas ketawa akan kita sahkan juga bagian dari obat-obat tertentu," jelas Kepala BPOM.


Efek 'Fly' hingga Gangguan Jiwa

Ilustrasi seseorang yang hendak mengkonsumsi obat.
Ilustrasi seseorang yang hendak mengkonsumsi obat. (Istimewa)

Meski statusnya bukan obat terlarang, Taruna mengingatkan bahwa penyalahgunaan OOT dengan dosis berlebih memiliki efek samping yang tidak kalah mengerikan dari narkoba.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas