Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Semahal Apa Pun Ring Jantung, Penyumbatan Bisa Kembali Jika Faktor Risiko Tak Dikontrol

Ring jantung bukan jaminan bebas sumbatan seumur hidup. Tanpa mengendalikan faktor risiko, penyumbatan bisa kembali terjadi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Semahal Apa Pun Ring Jantung, Penyumbatan Bisa Kembali Jika Faktor Risiko Tak Dikontrol
Tribunnews.com/M Alivio Mubarak Junior
PENJELASAN DOKTER — Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Nancy Virginia, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, FAPSC, memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Minggu (14/6/2026). Ia mengingatkan bahwa penyumbatan pembuluh darah dapat kembali terjadi meski pasien telah menjalani pemasangan ring jantung, terutama jika faktor risiko tidak dikendalikan dengan baik. 
Memuat video…
Ringkasan Berita:
  • Pemasangan ring jantung tidak menjamin pasien bebas dari risiko penyumbatan ulang.
  • Penyumbatan dapat terjadi kembali di dalam ring yang sudah terpasang maupun di pembuluh darah lain.
  • Faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan merokok menjadi penentu utama yang harus dikendalikan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Banyak pasien penyakit jantung koroner menganggap pemasangan ring jantung sebagai akhir dari masalah penyumbatan pembuluh darah.

Padahal, dokter mengingatkan bahwa risiko penyumbatan tetap dapat muncul kembali, bahkan setelah tindakan dilakukan dengan teknik dan teknologi terbaik.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Nancy Virginia, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, FAPSC, mengatakan penyumbatan ulang dapat terjadi di dua tempat sekaligus: di dalam ring yang telah dipasang atau di pembuluh darah lain.

"Bisa dua-duanya. Jadi ring yang sudah dipasang bisa tersumbat di tempat yang sama artinya di dalam ring yang sudah dipasang itu atau dia bisa terbentuk sumbatan di tempat lain di pembuluh darah yang sama atau di pembuluh darah yang lainnya. Gitu jadi bisa di mana saja," kata dr. Nancy di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Bukan Soal Semahal Apa Ring Jantung

Pemasangan ring jantung pada pasien penyakit jantung koroner dengan Teknologi IntraVascular Ultrasound atau IVUS.
Pemasangan ring jantung pada pasien penyakit jantung koroner dengan Teknologi IntraVascular Ultrasound atau IVUS. (Kompas.com/Heartology Cardiovascular Hospital)

Menurut dr. Nancy, ada sejumlah faktor yang memengaruhi munculnya kembali penyumbatan setelah pemasangan ring jantung.

Faktor pertama berkaitan dengan teknik saat pemasangan. Faktor kedua adalah kondisi klinis pasien.

Namun, faktor yang paling krusial justru sering diabaikan, yakni apakah faktor risiko pasien sudah dikendalikan dengan baik.

Rekomendasi Untuk Anda

Faktor risiko tersebut meliputi hipertensi, diabetes, kadar kolesterol tinggi, hingga kebiasaan merokok.

"Ada banyak faktor salah satunya teknik pada saat pemasangan ya, kemudian kondisi pasiennya ya, yang ketiga itu apakah faktor risiko pasien hipertensi, gula, kolesterol, rokok ya itu sudah tertangani dengan baik atau belum," jelasnya.

Baca juga: Kenali Beda Nyeri Dada saat Serangan Jantung dan Jantung Koroner

dr. Nancy menegaskan, secanggih dan semahal apa pun ring jantung yang digunakan, hasilnya tidak akan optimal bila pasien tidak disiplin mengendalikan faktor risiko yang dimiliki.

"Ya mau sebagus apa pun tekniknya, mau sebagus apa pun hasilnya, mau semahal apa pun ring-nya kalau faktor-faktor risiko tadi tidak terkontrol dengan baik maka akan mudah terbentuk sumbatan kembali. Di mana pun. Di pembuluh darah yang sama, di ring yang sama atau di pembuluh darah lain," lanjut dr. Nancy.

Gaya Hidup Jadi Penentu

Pesan ini penting karena tidak sedikit pasien merasa telah "aman" setelah menjalani pemasangan ring jantung.

Akibatnya, disiplin minum obat, mengontrol tekanan darah dan gula darah, menjaga kadar kolesterol, berhenti merokok, serta menerapkan pola hidup sehat mulai diabaikan.

Padahal, keberhasilan jangka panjang pemasangan ring jantung tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis, tetapi juga komitmen pasien dalam mengelola penyakit penyerta dan mengubah gaya hidup.

Pemasangan ring jantung bukan garis akhir perawatan penyakit jantung koroner. Justru setelah tindakan dilakukan, pengendalian faktor risiko menjadi kunci utama untuk mencegah penyumbatan kembali dan menjaga kualitas hidup pasien.

Baca juga: Ketahui Dua Efek Samping Usai Pemasangan Ring Jantung yang Perlu Diwaspadai

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas