Dokter Ingatkan Bahaya Kopi Berpemanis, Ini Cara Aman Pembuatannya
dr Dicky Levenus Tahapary SpPD-KEMD PhD mengatakan masyarakat perlu membedakan antara kopi dan bahan tambahan yang ada di dalamnya.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Beberapa jenis pemanis yang banyak digunakan dalam minuman kemasan dapat meningkatkan risiko fatty liver
- Dokter Dicky juga mengingatkan bahwa minuman berlabel zero sugar belum tentu bebas risiko
- Bagi orang tanpa diabetes, konsumsi gula tambahan maksimal sekitar 50 gram per hari
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kopi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.
Mulai dari kopi susu, kopi gula aren, hingga berbagai minuman kopi dengan tambahan sirup dan krimer kini mudah ditemukan di mana-mana.
Di sisi lain, kopi juga sering disebut memiliki manfaat bagi kesehatan hati.
Lalu, benarkah kopi menyehatkan atau justru berbahaya?
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrinologi, Metabolisme, dan Diabetes dr Dicky Levenus Tahapary SpPD-KEMD PhD mengatakan masyarakat perlu membedakan antara kopi dan bahan tambahan yang ada di dalamnya.
Menurut dr Dicky, kopi murni pada dasarnya tidak menjadi masalah.
Bahkan berbagai penelitian menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah wajar masih aman.
Baca juga: 4 Bahan yang Sebaiknya Tidak Dicampurkan ke Kopi Menurut Ahli Gizi
"Kalau kopinya emang nggak ada masalah. Banyak penelitian menunjukkan minum kopi 2-3 gelas sehari emang nggak ada masalah," kata dr Dicky pada awak media usai jadi pembicara dalam diskusi spesial Global Fatty Liver Day yang diselenggarakan oleh Novo Nordisk di Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026).
Masalah justru muncul ketika kopi dipenuhi tambahan pemanis dan bahan lain.
Banyak minuman kopi modern mengandung tambahan gula, krimer, hingga berbagai jenis pemanis.
Komponen inilah yang menurut dr Dicky perlu mendapat perhatian.
Baca juga: Kopi, Cerita, dan Ritme Kehidupan Jakarta
"Yang disalahin adalah pemanisnya sama aditif lainnya, creamer dan lain-lain," ujarnya.
Menurut dia, beberapa jenis pemanis yang banyak digunakan dalam minuman kemasan dapat meningkatkan risiko fatty liver.
Kenapa Kopi Manis Bisa Berisiko?
Lebih lanjut dr Dicky menyinggung hasil penelitian yang pernah dilakukan di Depok.
Temuan tersebut menunjukkan hasil yang berbeda dibanding sejumlah penelitian luar negeri.