Dokter Ingatkan Bahaya Kopi Berpemanis, Ini Cara Aman Pembuatannya
dr Dicky Levenus Tahapary SpPD-KEMD PhD mengatakan masyarakat perlu membedakan antara kopi dan bahan tambahan yang ada di dalamnya.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Adi Suhendi
"Kita ada penelitian di Depok 25 tahun yang lalu. Kalau di luar negeri orang minum kopi risiko diabetesnya turun. Di Depok nggak, orang minum kopi diabetesnya naik," katanya.
Penyebabnya bukan kopinya. Melainkan kebiasaan mengonsumsi kopi dengan kandungan gula tinggi.
"Ternyata minum kopinya kopi manis, kopi saset. Kalau saya bilang rumah air gula rasa kopi," lanjutnya.
Apakah Gula Aren Lebih Aman?
Belakangan gula aren sering dianggap lebih sehat dibanding gula pasir.
Menurut dr Dicky, memang ada sedikit perbedaan pengaruh terhadap kenaikan gula darah.
Namun bukan berarti bisa dikonsumsi tanpa batas.
Jika jumlahnya terlalu banyak, dampaknya tetap sama.
"Kalau gula arennya 1 per 3 gelas ya sama aja," katanya.
Dokter Dicky juga mengingatkan bahwa minuman berlabel zero sugar belum tentu bebas risiko.
Sebab pada beberapa produk, gula diganti dengan jenis pemanis lain.
"Itu dari penelitian justru meningkatkan fatty liver karena dia nggak naikin gula darah, tapi numpuk di liver," ujarnya.
Cara Aman Menikmati Kopi
Menurut dr Dicky, masyarakat sebenarnya masih boleh menikmati minuman manis.
Namun porsinya perlu dibatasi. Bagi orang tanpa diabetes, konsumsi gula tambahan maksimal sekitar 50 gram per hari.
Sedangkan bagi penyandang diabetes sekitar 25 gram per hari.
Karena itu ketika minum kopi, fokus utama sebaiknya tetap pada rasa kopi, bukan rasa gulanya.
Dengan cara tersebut, masyarakat tetap bisa menikmati kopi tanpa harus mengorbankan kesehatan hati.