Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Dokter Ingatkan Bahaya Kopi Berpemanis, Ini Cara Aman Pembuatannya

dr Dicky Levenus Tahapary SpPD-KEMD PhD mengatakan masyarakat perlu membedakan antara kopi dan bahan tambahan yang ada di dalamnya.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Dokter Ingatkan Bahaya Kopi Berpemanis, Ini Cara Aman Pembuatannya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
MERACIK KOPI - Fikri Nurhadiansyah (32) membuat kopi pesanan pelanggan di kawasan Pegangsaan Dua Kelapa Gading Jakarta Utara, Sabtu (4/4/2026). dr Dicky Levenus Tahapary SpPD-KEMD PhD mengatakan masyarakat perlu membedakan antara kopi dan bahan tambahan yang ada di dalamnya. 
Memuat video…
Ringkasan Berita:
  • Beberapa jenis pemanis yang banyak digunakan dalam minuman kemasan dapat meningkatkan risiko fatty liver
  • Dokter Dicky juga mengingatkan bahwa minuman berlabel zero sugar belum tentu bebas risiko
  • Bagi orang tanpa diabetes, konsumsi gula tambahan maksimal sekitar 50 gram per hari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kopi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

Mulai dari kopi susu, kopi gula aren, hingga berbagai minuman kopi dengan tambahan sirup dan krimer kini mudah ditemukan di mana-mana.

Di sisi lain, kopi juga sering disebut memiliki manfaat bagi kesehatan hati.

Lalu, benarkah kopi menyehatkan atau justru berbahaya?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrinologi, Metabolisme, dan Diabetes dr Dicky Levenus Tahapary SpPD-KEMD PhD mengatakan masyarakat perlu membedakan antara kopi dan bahan tambahan yang ada di dalamnya.

Menurut dr Dicky, kopi murni pada dasarnya tidak menjadi masalah.

Bahkan berbagai penelitian menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah wajar masih aman.

Baca juga: 4 Bahan yang Sebaiknya Tidak Dicampurkan ke Kopi Menurut Ahli Gizi

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau kopinya emang nggak ada masalah. Banyak penelitian menunjukkan minum kopi 2-3 gelas sehari emang nggak ada masalah," kata dr Dicky pada awak media usai jadi pembicara dalam diskusi spesial Global Fatty Liver Day yang diselenggarakan oleh Novo Nordisk di Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026).

Masalah justru muncul ketika kopi dipenuhi tambahan pemanis dan bahan lain.

Banyak minuman kopi modern mengandung tambahan gula, krimer, hingga berbagai jenis pemanis.

Komponen inilah yang menurut dr Dicky perlu mendapat perhatian.

Baca juga: Kopi, Cerita, dan Ritme Kehidupan Jakarta

"Yang disalahin adalah pemanisnya sama aditif lainnya, creamer dan lain-lain," ujarnya.

Menurut dia, beberapa jenis pemanis yang banyak digunakan dalam minuman kemasan dapat meningkatkan risiko fatty liver.

Kenapa Kopi Manis Bisa Berisiko?

Lebih lanjut dr Dicky menyinggung hasil penelitian yang pernah dilakukan di Depok.

Temuan tersebut menunjukkan hasil yang berbeda dibanding sejumlah penelitian luar negeri.

"Kita ada penelitian di Depok 25 tahun yang lalu. Kalau di luar negeri orang minum kopi risiko diabetesnya turun. Di Depok nggak, orang minum kopi diabetesnya naik," katanya.

Penyebabnya bukan kopinya. Melainkan kebiasaan mengonsumsi kopi dengan kandungan gula tinggi.

"Ternyata minum kopinya kopi manis, kopi saset. Kalau saya bilang rumah air gula rasa kopi," lanjutnya.

Apakah Gula Aren Lebih Aman?

Belakangan gula aren sering dianggap lebih sehat dibanding gula pasir.

Menurut dr Dicky, memang ada sedikit perbedaan pengaruh terhadap kenaikan gula darah.

Namun bukan berarti bisa dikonsumsi tanpa batas.

Jika jumlahnya terlalu banyak, dampaknya tetap sama.

"Kalau gula arennya 1 per 3 gelas ya sama aja," katanya.

Dokter Dicky juga mengingatkan bahwa minuman berlabel zero sugar belum tentu bebas risiko.

Sebab pada beberapa produk, gula diganti dengan jenis pemanis lain.

"Itu dari penelitian justru meningkatkan fatty liver karena dia nggak naikin gula darah, tapi numpuk di liver," ujarnya.

Cara Aman Menikmati Kopi

Menurut dr Dicky, masyarakat sebenarnya masih boleh menikmati minuman manis.

Namun porsinya perlu dibatasi. Bagi orang tanpa diabetes, konsumsi gula tambahan maksimal sekitar 50 gram per hari.

Sedangkan bagi penyandang diabetes sekitar 25 gram per hari.

Karena itu ketika minum kopi, fokus utama sebaiknya tetap pada rasa kopi, bukan rasa gulanya.

Dengan cara tersebut, masyarakat tetap bisa menikmati kopi tanpa harus mengorbankan kesehatan hati.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas