Masih Rebus Jamu Pakai Panci Aluminium? Dokter Ingatkan Ada Risiko yang Perlu Diketahui
Ketua PDPOTJI mengingatkan panci aluminium tidak dianjurkan merebus jamu. Stainless steel, kaca, enamel, dan tembikar lebih aman untuk merebus jamu.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
"Yang tidak diizinkan adalah bahan dari aluminium," kata Inggrid pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan di akun Instagram Kementerian Kesehatan, Selasa (16/6/2026)
Peringatan ini penting karena panci aluminium masih banyak ditemukan di dapur rumah tangga Indonesia.
Mengapa Aluminium Tidak Dianjurkan?
Menurut Inggrid, aluminium tidak direkomendasikan karena dikhawatirkan dapat berinteraksi dengan zat-zat yang terkandung dalam bahan herbal selama proses perebusan.
Interaksi tersebut berpotensi mengubah kualitas ramuan yang dihasilkan.
Bukan hanya itu, ia juga mengingatkan bahwa aluminium termasuk logam yang perlu diwaspadai jika digunakan secara tidak tepat dalam proses pengolahan makanan dan minuman.
"Karena aluminium itu kan logam berat, nanti dikhawatirkan akan berinteraksi dengan zat-zat dari si herbal-herbal yang kita rebus nanti malah efeknya malah sebaliknya," ujarnya.
Karena itu, masyarakat dianjurkan lebih berhati-hati saat memilih alat untuk membuat jamu di rumah.
Panci Apa yang Lebih Aman?
Inggrid menjelaskan ada beberapa jenis bahan panci yang lebih dianjurkan untuk merebus jamu.
Di antaranya adalah:
- Stainless steel
- Tanah liat atau tembikar
- Kaca
- Enamel
Bahan-bahan tersebut dinilai lebih sesuai digunakan untuk proses perebusan ramuan herbal.
Selain memilih bahan yang tepat, kondisi panci juga perlu diperhatikan.
Panci yang bersih dan terawat akan membantu menjaga kualitas hasil rebusan.
Jangan Asal Merebus